Kulonprogo

Beri Pemahaman tentang BPJS Kesehatan, Diskominfo Kulonprogo Gelar Sosialisasi

Hal ini dilakukan untuk memperdalam pemahaman masyarakat terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Beri Pemahaman tentang BPJS Kesehatan, Diskominfo Kulonprogo Gelar Sosialisasi
ist
Logo Pemkab Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo menggelar sosialisasi tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kulonprogo, Kamis (12/7/2018).

Hal ini dilakukan untuk memperdalam pemahaman masyarakat terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Baca: BPJS Kesehatan Kembangkan Sistem Rujukan Online

Sekretaris Diskominfo Kulonprogo, Heri Darmawan dalam keterangannya, Jumat (13/7) mengatakan, pemahaman masyarakat terhadap program JKN-KIS itu masih kurang mendalam. Padahal, program itu bisa memepermudah kebutuhan layanan dan akses kesehatan masyarakat. Program itu menjadi jaminan kesehatan yang harus dimiliki masyarakat, khususnya masyarakat tidak mampu sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Maka itu, sosialisasi melalui KIM ini dilakukan dengan harapan informasi kebijakan BPJS bisa disebarluaskan lebih jauh kepada masyarakat.

"Ini juga menjadi cara untuk menamngkal informasi hoax seputar BPJS yang semakin menjamur di masa sekarang. Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin paham cara pendaftaran dan penggunaannya," kata Heri pada Tribunjogja.com.

Kepala BPJS Kesehatan wilayah Sleman dan Kulonprogo, Bijak Prasetya Nur Susilo Putro mengatakan secara garis besar program yang ditangani BPJS meliputi urusan kesehatan dan ketenagakerjaan.

Terkait layanan kesehatan, penyakit oleh sebab selain kecelakaan kerja dan kecelakaan lalulintas ditangani langsung oleh BPJS Kesehatan yang akan mengurus pembiayaannya dan lain-lain. 

Baca: Peserta BPJS Kesehatan Meninggal? Begini Prosedur Penghentian Iuran

"Kalau ada sakit karena kecelakaan kerja, berarti nanti ditangani BPJS Ketenagakerjaan," kata Bijak.

Adapun penerima manfaat BPJS terbagi dalam dua golongan. Yakni, golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang terdiri dari fakir miskin, orang tidak mampu, dan penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah.

Sedangkan Golongan Bukan PBI adalah para pekerja penerima upah (PNS, TNI/ POLRI, DPR), Pekerja Bukan Penerima Upah (Notaris, dokter, pedagang), dan Bukan Pekerja (Pensiunan, veteran, investor). 

"Golongan PBI tetap membayar iuran per bulan namun iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Sedangkan non PBI membayar iuran sendiri dengan memotong pendapatannya," kata dia. (*) 

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved