Asian Games 2018

Gaungkan Asian Games 2018, Dinas Pariwisata DIY Gelar 'Funbike untuk Indonesia'

Melalui kegiatan ini, pemerintah mewadahi hobby para pecinta olahraga sepeda, yang memiliki banyak peminat, di segala tingkat usia.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Seorang peserta tengah menandatangani pesan dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018, dalam agenda 'Funbike untuk Indonesia', di Halaman Kantor Dinas Pariwisata DIY, Yogyakarta, Minggu (8/7). 

TRIBUNJOGJA.COM - Menggaungkan Asian Games 2018, Dinas Pariwisata DIY melangsungkan 'Funbike untuk Indonesia Jogja Ride', Minggu (8/7/2018).

Rute sepanjang 45 kilometer pun ditempuh oleh sekitar 500 peserta yang turut ambil bagian.

Kepala Seksi Pelayanan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Marlina Handayani, mengatakan bahwa diselenggarakannya agenda tersebut, sesuai dengan arahan yang diberikan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, melalui pemerintah daerah.

"Ya, semua SKPD diminta supaya ikut mendukung, atau menggaungkan Asian Games 2018, di mana Indonesia didapuk sebagai tuan rumah," katanya pada Tribunjogja.com

Lanjut Marlina, melalui acara sepeda gembira ini, pihaknya ingin sejenak mengalihkan fokus masyarakat dari ajang Piala Dunia.

Ia berupaya menekankan, kalau pada tahun ini Indonesia mendapat kehormatan menggelar multi-sport event terbesar di Asia.

"Ada pesan penting. Selama ini, secara umum, masyarakay dinilai lebih melirik ajang Piala Dunia di Rusia. Melalui funbike ini, bagaimana kita mengalihkan masyarakat, untuk lebih mengenal event kita, Asian Games 2018," ucapnya.

"Karena itu, dalam acara ini, kita sediakan juga, kita bentangkan banner kosong, untuk ditandatangani para peserta, sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018," tambah Marlina.

Mengambil lokasi start dan finish di Halaman Kantor Dinas Pariwisata DIY, peserta secara serentak menggowes sepedanya menyusuri jalanan Yogyakarta, sekaligus melewati sejumlah destinasi wisata.

Satu di antaranya, yakni Candi Ratu Boko, di Sleman.

"Dengan rute yang kita pilih, itu kan ada destinasi-destinasi yang dilewati oleh para peserta. Tentu saja, tujuannya adalah untuk lebih mengenalkan daerah tujuan wisata DIY," terangnya.

Marlina menuturkan, meski waktu persiapan terbilang sangat mepet, antusiasme dari masyarakat bisa dikatakan cukup besar.

Bahkan, dari target yang semula hanya 200 peserta, melonjak signifikan menjadi 500, yang berasal dari berbagai daerah.

"Kamis sore dipublish dan langsung tercover 200 peserta, di mana target kita semula memang segitu. Tapi, kemudian banyak yang menanyakan, apakah masih bisa ikut, atau tidak. Akhirnya, sampai 500 peserta yang ikut start tadi," tuturnya.

"Pesertanya pun tidak hanya dari Yogyakarta saja, karena ada yang datang dari Magelang, Semarang, Cirebon, Tulungagung, lalu dari Malaysia juga ada," imbuh Marlina.

Lebih lanjut, ia memastikan, setiap peserta yang ikut ambil bagian tidak ditarik retribusi sepeserpun, atau gratis.

Melalui kegiatan semacam ini, pihaknya ingin mewadahi hobby para pecinta olahraga sepeda, yang memiliki banyak peminat, di segala tingkat usia.

"Kita mewadahi komunitas, khususnya goweser, untuk mengeksprsikan hobby-nya. Secara anggaran, kita didukung langsung oleh Kemenpar RI. Jadi, peserta free, kita berikan fasilitas kaos, konsumsi dan sejumlah doorprize menarik," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved