Bisnis

#PerpuSeru Coca-Cola Tingkatkan Literasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Program ini telah meletakkan fondasi dasar transformasi perpustakaan berbasis teknologi dan menjadikannya sebagai pusat belajar literasi

#PerpuSeru Coca-Cola Tingkatkan Literasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
TRIBUNJOGJA.COM / Victor Mahrizal
Coca-Cola Foundation Indonesia meluncurkan Buku ‘Meraih Asa Lewat Literasi’, serta menggelar ‘Lapak PerpuSeru’ di Ambarukmo Mall Yogyakarta selama dua hari, tanggal 5-6 Juli 2018. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak November 2011, Coca-Cola Foundation Indonesia meluncurkan program PerpuSeru (Perpustakaan Seru).

Program ini telah meletakkan fondasi dasar transformasi perpustakaan berbasis teknologi dan menjadikannya sebagai pusat belajar literasi.

Hingga saat ini program PerpuSeru telah berada di 18 provinsi, 104 perpustakaan Kabupaten, 768 perpustakaan Desa dan telah memberikan dampak ekonomi dan sosial pada masyarakat.

Perpusnas RI didukung oleh Bappenas mulai melakukan replikasi PerpuSeru di 60 perpustakaan kabupaten pada tahun 2018.

Baca: Kopi Dicampur Coca Cola. Bagaimana Rasanya?

 “Suatu kebanggaan bagi Coca-Cola Foundation Indonesia untuk menjadi pionir transformasi Perpustakaan di Indonesia melalui program PerpuSeru. PerpuSeru pada hakikatnya adalah menginisiasi terjadinya perubahan, baik perubahan paradigma tentang perpustakaan, peningkatan kapasitas, menstimulasi inovasi dan kreasi layanan Perpustakaan, dengan sasaran memberikan dampak perubahan kualitas hidup bagi dirinya dan masyarakat sekitar,” ujar Titie Sadarini, Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia, Jumat (6/7/2018).

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang telah menjadi mitra PerpuSeru selama ini mengungkapkan, bahwa PerpuSeru telah menyebarkan kisah-kisah sukses mereka yang memanfaatkan layanan perpustakaan.

“Kesuksesan PerpuSeru menarik perhatian Pemerintah untuk kemudian mendorongnya menjadi kegiatan prioritas nasional bertajuk Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi sosial, karena membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan Literasi”, ujar Drs. Muhammad Syarif Bando, MM, Kepala Perpusnas RI.

Baca: Asal Mula Coca Cola dan Kisah Tragis Pembuatnya yang Tewas dalam Kemiskinan Akibat Kecanduan Morfin

Selama perjalanannya, program PerpuSeru telah mencapai sekitar 14 juta masyarakat yang mengakses layanan perpustakaan.

Sebanyak 2.300 staf perpustakaan Kabupaten/Kota dan library supporter telah dilatih strategi-strategi pengembangan perpustakaan, 300 orang fasilitator telah dilatih dan siap untuk mendorong pengembangan perpustakaan di kabupaten sampai ke desa, dan 65 trainer nasional telah dilatih dan siap memfasilitasi transformasi perpustakaan secara nasional.

Selain itu, aplikasi Kunang-kunang untuk sistem informasi manajemen Perpustakaan telah diterapkan di 53 perpustakaan Kabupaten/Kota dan di 100 perpustakaan Desa/Kelurahan/TBM yang ke depan akan terintegrasi dengan program aplikasi manajemen sisitem informasi perpustakaan - INLISLite dari Perpusnas RI.(tribunjogja.com)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved