Piala Dunia 2018

Tersisih di Piala Dunia 2018, Jepang Juara di Hati Warga Dunia

Tersisih di Piala Dunia 2018, Jepang Juara di Hati Warga Dunia Dengan Perilaku Pemain, Suporter dan Staf Tim Pelatih Yang Ikut Bersihkan Stadion.

Tersisih di Piala Dunia 2018, Jepang Juara di Hati Warga Dunia
Dok. Twitter FIFA World Cup
Penyerang Jepang, Keisuke Honda (tengah). 

TRIBUNJOGJA.COM - Langkah Jepang di ajang Piala Dunia 2018 memang telah terhenti di babak 16 besar kala takluk 2-3 dari Belgia, Selasa (3/7/2018) lalu.

Meski tersingkir, Jepang bisa pulang dengan kepala tegak serta meninggalkan sepenggal cerita menginsipirasi pecinta sepakbola dan warga dunia di Rusia 2018.

Selain jadi satu-satunya wakil Asia di fase gugur Piala Dunia 2018, aksi fans dan timnas Jepang juga menjadi pembicaraan ramai warga dunia.

Fans Jepang menyita perhatian lewat aksi bersih-bersih stadion di setiap akhir pertandingan tanpa peduli hasil akhir yang diraih negara mereka.

Aksi serupa juga ditiru para pemain dan staf pelatih timnas Jepang. Mereka membersihkan ruang ganti pemain seperti awal sebelum mereka menggunakannnya.

Tak sampai disitu, mereka juga meninggalkan pesan perpisahan kepada tuan rumah bertuliskan 'terima kasih' dalam bahasa Rusia.

Foto situasi ruang ganti Jepang yang sudah dibersihkan viral di media sosial. Warganet ramai-ramai mengapresiasi sikap dan rasa hormat timnas Jepang.

Baca: Swedia Pastikan Satu Tempat di Perempatfinal Piala Dunia 2018, Ulangi Capaian 24 Tahun Silam

"Saya sangat menyukai etika orang Jepang," tulis akun @EniAlu.

"Saya menyukai ini! Saya bukan hanya mengapresiasi fakta bersih-bersih mereka tetapi mereka tetap menjaga nilai-nilai mereka meski dalam situasi mengecewakan," tulis akun @IbunkunOg.

"Tim luar biasa. tentu saja ini menjadi salah satu momen paling diingat di turnamen ini, untuk banyak alasan," tulis akun @Concierge_ryan.

Sampai berita ini diturunkan, foto yang dibagikan akun @tancredipalmeri sudah di-like lebih dari 13 ribu kali dan lebih dari 6 ribu retweets.

Jepang memberi pelajaran berharga bahwa 'kemenangan' tidak selalu diidentikan dengan mengangkat trofi atau berkalung medali emas.

Menjalankan nilai luhur di manapun berpijak meninggalkan kesan mendalam bagi semua orang bukan hanya di Rusia tetapi di dunia. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved