Kota Yogyakarta

Pemkot Gencarkan Gerakan Pengurangan Sampah Plastik

Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pengurangan sampah plastik yang sejalan dengan program pemerintah pusat

Pemkot Gencarkan Gerakan Pengurangan Sampah Plastik
http://gcaptain.com
Ilustrasi sampah plastik 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan pengurangan sampah plastik yang sejalan dengan program pemerintah pusat, dalam hal ini adalah Menko Kemaritiman Republik Indonesia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana menjelaskan bahwa nanti pada saat peringatan Hari Lingkungan Hidup yang digelar pada 31 Juli 2018 di Umbul Langensari, pihaknya akan menggencarkan kepada masyarakat untuk berperan dalam pengurangan sampah plastik.

"Di sana kami tidak akan menyediakan air minum kemasan. Semua peserta yang berasal dari pemerintah dan masyarakat membawa botol minum sendiri. Kami yang akan menyediakan air minum isi ulangnya saja. Nama gerakannya 1.000 Tumbler," ucapnya, Rabu (4/7/2018).

Baca: Miris, Seekor Paus Mati karena Menelan 80 Kantong Plastik

Suyana menjelaskan, ide tersebut terinspirasi dengan perilaku pelajar yang lebih sering membawa botol minum ke mana-mana.

Hal tersebut berdampak besar pada sedikitnya jumlah sampah plastik yang ada di Kota Yogyakarta.

"Selanjutnya aksi pengurangan sampah plastik ini akan kami gencarkan," tandasnya.

Ia menuturkan, produksi sampah plastik di Kota Yogyakarta tidak terlalu banyak.

Walau demikian secara teori, terjadi peningkatan jumlah sampah plastik setiap tahunnya.

Baca: Uni Eropa akan Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai

"Setiap harinya, ada sekitar 257 ton sampah per hari yang dibuang ke TPA. Kalau jumlah yang plastik, tidak sampai separuhnya (dari 257 ton). Jumlahnya tidak lebih dari 30 persen," ucapnya.

Selain upaya pencegahan, lanjutnya, pihaknya juga menggiatkan petugas kebersihan yang fokus membersihkan perairan dari sampah plastik.

Adapun perairan yang dimaksud meliputi Sungai Winongo, Gajahwong, dan Code.

"Dapatnya sehari sekitar 40 Kg. Sampah itu kita buang ke TPA karena tidak bisa diapa-apakan karena itu sampah plastik lama yang nempel di batu. Tidak bisa didaur ulang," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved