Sleman
FK Tagana Sleman 2018-2021 Dikukuhkan
Sri Purnomo juga mengungkapkan bahwa kondisi Kabupaten Sleman sendiri memiliki berbagai macam ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 26 Pengurus Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Sleman untuk masa bakti 2018-2021 dikukuhkan oleh Bupati Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (4/7/2018).
Pengukuhan yang dilakukan langsung oleh Bupati Sleman tersebut mengacu pada hasil musyawarah pembentukan FK Tagana pada tanggal 13 Mei 2018 yang tertuang dalam SK Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman.
Sri Murni Rahayu selaku Kepala Dinsos mengungkapkan tujuan diadakan pengukuhan ini untuk menguatkan pengurus FK Tagana dalam membantu Pemerintah Kabupaten Sleman berkaitan dengan perlindungan sosial dan penanggulangan bencana.
Baca: Kemensos Kerahkan Tagana dan Beri Bantuan Logistik Kepada Korban Gempa Jawa Barat
"Maksud dari pengukuhan ini adalah untuk menguatkan pengurus FK Tagana dalam penanggulangan bencana baik pra-bencana, saat tanggap darurat maupun saat pasca bencana. Selain itu juga tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan sosial," ungkapnya
Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan dengan adanya pengukuhan tersebut para FK Tagana diharapkan mampu lebih berdaya dalam membantu masyarakat khususnya masyarakat yang sedang menghadapi bencana
Sri Purnomo juga mengungkapkan bahwa kondisi Kabupaten Sleman sendiri memiliki berbagai macam ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Terlebih saat ini yang menjadi perhatian adalah Gunung Merapi.
Baca: Tingkatkan Kesiap-siagaan Sekolah, Tagana Adakan Lomba Simulasi Gempa Bumi
"Dengan adanya FK Tagana tentunya nanti kegiatan Tagana bisa terkoordinasi dengan baik. Diharapkan juga FK Tagana bisa lebih berdaya dalam membantu masyarakat. Kondisi Sleman memiliki potensi terjadinya berbagai macam bencana, terlebih saat ini adalah Gunung Merapi," ungkapnya.
Bupati menambahkan, Merapi merupakan satu di antara gunung aktif di Indonesia.
Oleh karenanya kualitas, tingkat kesehatan, serta skill yang baik dari setiap anggota Tagana sangat diperlukan dalam menghadapi adanya ancaman Merapi.
"Koordinasi yang baik antar pengurus Tagana sangatlah diperlukan. Pengurus Tagana harus saling tolong menolong dan saling melengkapi kekurangan satu dengan lainnya," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tagana-evakuasi-barang-wisatawan_20180511_132713.jpg)