Sleman

Dinas Pariwisata Sleman Kembali Gelar Sleman Temple Run

Dalam lomba ini, akan lebih menantang. Pasalnya medan yang dilalui adalah permukaan tanah dan batuan yang tidak rata sepanjang rute.

Dinas Pariwisata Sleman Kembali Gelar Sleman Temple Run
IST
Dinas Pariwisata bersama dengan Trail Runners Yogyakara saat melakukan Konferensi Pers berkenan dengan Lomba Temple Run, Rabu (4/7/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Untuk ke-4 kalinya, Sleman Temple Run akan digelar kembali oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman yang bekerja sama dengan Trail Runners Yogyakara di Candi Banyunibo pada 28 Juli 2018 mendatang.

Lomba lari yang dibagi menjadi dua kategori, yakni jarak 25K dan 13K tersebut akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 100 juta.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih mengungkapkan seperti tahun sebelumnya, peserta yang mengikuti lomba ini tidak hanya dari Indonesia, namun juga dari Amerika Serikat, Australia, Filipina, India, Inggris, Kenya, Malaysia, Jerman dan Selandia Baru.

"Temple Run ini baru ada di Sleman. Karena Sleman ini merupakan Kota Seribu Candi. Sejak 2015 kita telah menyelenggarakan acara ini. Kalau tahun lalu juaranya dari Kenya," ungkapnya.

Baca: Selain Sleman Temple Run, Dinpar Sleman Gelar Night Cooking Festival

Dalam lomba ini, akan lebih menantang. Pasalnya medan yang dilalui adalah permukaan tanah dan batuan yang tidak rata sepanjang rute.

Selain berlari, peserta akan disuguhi oleh pemandangan situs-situs candi seperti Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Sojiwan, Candi Miri, Candi Ijo dan Situs Arca Gupala.

Berkenaan dengan jumlah peserta, Ramdhan Krisnawan dari Trail Runners Yogyakara mengatakan target awal adalah 500 peserta.

Namun, sampai kini peserta masih bertambah terus dan terus ditampung sampai dengan 600 peserta.

"Salah satu penyelenggara, berbeda tahun kemarin, kita berani pindah lokasi di candi Banyunibo, karena pertimbangan kita tempatnya lebih bagus. Lomba akan melalui perbukitan dengan total tanjakan mencapai 1.080 meter untuk kategori 25k. Sedangkan untuk 13k terdapat tanjakan mencapai 540 meter," katanya.

Baca: Olahraga Lari Bermanfaat untuk Orang Gemuk

Sampai dengan saat ini jumlah peserta yang terdaftar mencapai 515. Nantinya untuk peserta dengan umur 50 tahun keatas akan dikategorikan peserta master yang juga akan mendapatkan hadiah di akhir.

Selain Temple Run, kegiatan ini juga akan diisi dengan Night Cooking Festival, yang mana akan merebutkan total hadiah sebesar Rp. 50 juta.

Agung yang merupakan penanggungjawab dalam lomba Cooking Festival mengungkapkan bahwa kompetisi memasak ini merupakan satu-satunya kompetisi memasak di Indonesia yang diadakan di malam hari.

"Kita membuat lomba ini karena kita berpikir apa gunanya bisa memasak enak namun tidak diketahui publik. Untuk peserta dibagi menjadi tiga kategori yakni Umum, Pelajar, Hotel Restoran Kafe (Horeka). Sampai saat ini yang sudah mendaftar ada 72 kelompok," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved