Bisnis

Asmindo Hadang Produk Asing dengan Perkuat Pasar Domestik

Asmindo berkomitmen tetap memperkuat pasar domestik, agar tidak kalah dengan produk luar.

Asmindo Hadang Produk Asing dengan Perkuat Pasar Domestik
internet
Asmindo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski di tengah momentum kenaikan Dollar Amerika Serikat.

Asosiasi Pengusaha Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) berkomitmen tetap memperkuat pasar domestik, agar tidak kalah dengan produk luar.

“Depresiasi nilai rupiah terhadap Dollar yang saat ini menembus Rp14 ribu, memang menguntungkan eksportir. Tapi jangan lengah dengan serbuan produk asing ke Indonesia,” kata Ketua Bidang Organisasi DPP Asmindo Endro Wardoyo, Selasa (3/7/2018).

Ia mengingatkan kondisi yang baik ini tidak boleh melupakan pasar domestik, karena kondisi saat ini Indonesia mulai kebanjiran produk asing yang mempunyai harga yang sangat kompetitif.

"Kita lihat saja produk asal China, Malaysia semakin dahsyat dengan harga yang murah. Jangan lengah, justru pasar domestik malah diambil alih produk asing. Ini yang perlu diwaspadai," kata Endro.

Menurutnya, memperkokoh pasar domestik harus menjadi kebijakan yang tidak bisa ditawar-tawar.

Berkaca pada kondisi ekonomi negara-negara maju yang menjadi pasar utama ekspor Indonesia, terutama Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Perlambatan ekonomi Negara-negara maju tentu akan mengganggu kinerja ekspor Indonesia yang ujung-ujungnya mengimbas ke industri di dalam negeri.

Dampak perlambatan ekonomi negara-negara maju terhadap ekspor Indonesia bukan isapan jempol.

“Ekspor meubel dan furniture yang sempat berjaya pada tahun 2007 yang mampu menembus 2,5 milar Dollar AS. Meski tahun terakhir mulai membaik tapi belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Amerika meski masih pasar terbesar namun nilainya sudah jauh menurun, kini Asmindo mulai melirik pasar nontradisonal (Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, Asia) disamping memperkuat pasar domestik yang justru belum maksimal tergarap.

“Kita memang tak bisa selamanya mengandalkan ekspor untuk menopang perekonomian nasional,” ujarnya.

Lebih dari itu Asmindo juga tengah gencar menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) untuk meningkatkan kompetensi para pelaku bidang produksi Furniture.

Hal ini diperlukan agar produk nasional mempunyai daya saing yang tangguh terhadap serangan produk-produk luar.(tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved