Nasional

Akan Terapkan Sistem Non Flat, Mensos Proyeksikan Dana PKH Meningkat Jadi Rp 32 Triliun pada 2019

Saat ini PKH sudah mampu mengakomodir setidaknya 10 juta keluarga yang layak menerima bantuan.

Akan Terapkan Sistem Non Flat, Mensos Proyeksikan Dana PKH Meningkat Jadi Rp 32 Triliun pada 2019
TRIBUNJOGJA.COM / Rizki Halim
Menteri Sosial RI, Idrus Mahram ketika memberikan keterangan terkait Hari Lansia Nasional, Rabu sore (4/7/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2017, jumlah penduduk Lanjut Usia (Lansia) di Indonesia sebanyak 23,4 juta jiwa, atau setara dengan 8,97 persen.

Angka tersebut diproyeksikan akan meningkat mencapai 33 juta jiwa atau 11,8 persen pada tahun 2025.

Berkaca pada data tersebut, Kementerian Sosial dalam hal ini terus melakukan upaya untuk dapat menyejahterakan masyarakat lansia, satu di antaranya adalah dengan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Tentu bagi keluarga miskin, beban akan bertambah apabila di dalam rumah ada orang tua yang tidak produktif atau juga ada anak yang baru lahir maupun usia sekolah," kata Menteri Sosial, Idrus Marham, Rabu (4/7/2018).

Dikatakan Mensos, saat ini PKH sudah mampu mengakomodir setidaknya 10 juta keluarga yang layak menerima bantuan.

Dana sebesar Rp 17 triliun dianggarkan pemerintah pada tahun 2018 guna memenuhi 10 juta keluarga penerima PKH.

"Kita harapkan pada tahun 2019 yang akan datang, (jumlah) itu akan meningkat menjadi Rp 32 triliun," imbuh Idrus.

Peningkatan jumlah anggaran tersebut dilakukan karena Kementerian Sosial akan mengubah sistem penerimaan yang sebelumnya flat menjadi non flat.

Sebelumnya, ketika sistem flat diterapkan, sebanyak 10 juta keluarga penerima manfaat PKH akan menerima dalam jumlah sama yaitu sebesar Rp 1,8 juta.

"2019 kita ubah non flat berdasarkan beban tanggungjawabnya. Semakin besar beban dalam keluarga, maka semakin besar penerimaaanya. Salah satunya dengan adanya lansia di dalam keluarga," urai Mensos.

Dengan kebijakan tersebut, maka jumlah nominal yang diperoleh setiap keluarga menjadi bervariasi dengan minimal Rp 2 juta dan maksimal Rp 3,5 juta.

Tidak hanya pertimbangan keberadaan lansia, keluarga yang dianggap memiliki semangat wirausaha juga diproyeksi akan menerima lebih.

Sehingga setelah mendapatkan manfaat dari PKH, nantinya keluarga tersebut dapat lebih mandiri dalam ekonomi. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved