Breaking News:

Kesehatan

Lingkungan Dimana Pria Dibesarkan Pengaruhi Level Testosteron

Selama ini pula orang beranggapan jika kadar hormon tersebut ditentukan oleh faktor-faktor seperti genetika atau ras.

Editor: Ari Nugroho
vchal
Ilustrasi: tes hormon testoteron 

TRIBUNJOGJA.COM - Selama ini pula orang beranggapan jika kadar hormon tersebut ditentukan oleh faktor-faktor seperti genetika atau ras.

Namun, sebuah studi menunjukkan hal lain. Hasil studi yang kemudian diterbitkan di jurnal Nature Ecology & Evolution, Senin (25/6/2018) lalu menunjukkan bahwa lingkungan di mana seorang anak tinggal adalah faktor yang lebih penting dalam menentukan tingkat testosteron, mulai dari tinggi badan mereka hingga usia memasuki pubertas.

Temuan tersebut diperoleh oleh para peneliti di Durham University di Inggris yang membandingkan kelompok pria yang berbeda satu sama lain berdasarkan di mana mereka menghabiskan masa kecil mereka.

Baca: Seimbangkan Hormon Reproduksimu dengan 4 Bahan Alami Ini

Studi ini membandingkan lima kelompok pria, yaitu orang-orang kaya yang lahir di Bangladesh dan masih tinggal di sana, pria kelahiran Bangladesh yang pindah ke London saat masih anak-anak, pria yang lahir di Bangladesh dan pindah ke London saat dewasa, pria kelahiran Inggris yang orangtuanya imigran dari Bangladesh dan pria yang lahir di Inggris dan memiliki keturunan Eropa.

Semua pria dalam penelitian ini memiliki kadar testosteron dalam kisaran normal dan sehat.

Namun penelitian juga mengungkapkan beberapa perbedaan penting antara kelompok pria ini.

Pria yang lahir di Inggris atau Bangladesh, tetapi dibesarkan di Inggris, rata-rata memiliki kesamaan kadar testosteron, tinggi badan serta usia ketika memasuki pubertas, terlepas dari siapa leluhur mereka.

Sementara itu, pria yang lahir dan dibesarkan di Bangladesh, termasuk yang pindah ke London saat sudah dewasa, ditemukan terlambat memasuki masa pubertas, memiliki tubuh lebih pendek dan juga level testosteron yang rendah.

Dr Landon Trost, seorang ahli endoktrin di Mayo Clinic yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan itu menunjukkan bahwa sesuatu terjadi pada masa kanak-kanak yang dapat memiliki efek seumur hidup pada produksi hormon testosteron pria.

Baca: Faktor Reproduksi dan Hormonal Merupakan Faktor Risiko pada Proses Perkembangan Kanker Ovarium

Ini juga sesuai dengan apa yang sudah diketahui para dokter sebelumnya tentang bagaimana penyakit masa kanak-kanak dapat mempengaruhi produksi testosteron.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved