Travel
Kaput, Nasi Khas Lombok Timur Berwadah Kerucut
Ada Ikan cakalang atau Ayam Suwir, serundeng (parutan kelapa yang telah dimasak dan dibumbui), kacang panjang, dan kacang kedelai.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setiap daerah mesti memiliki makanan khas tersendiri, begitu juga Lombok Timur.
Makanan khas dari Lombok Timur ini bernama Nasi Kaput.
Ketika disajikan, nasi ini memiliki penampilan yang cukup menyita perhatian yakni berdiri menjulang berbentuk kerucut.
Bagi anda yang ingin mencicipi rasa dari nasi Kaput, ternyata tidak harus pergi jauh ke lombok Timur.
Di kota Yogyakarta, Anda bisa menemukan nasi dengan bentuk kerucut ini di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron, kota Yogyakarta.
Baca: Kesalahan Inilah yang Membuat Nasi di Rice Cooker Jadi Cepat Kering
Penjual nasi Kaput di Yogyakarta, Susanti indah Hidayati, mengatakan, nasi Kaput yang ia jual dimasak langsung oleh suaminya, Riyan Saadillah Sukamdi, yang berasal dari Desa Sakra, Lombok Timur.
"Jadi soal rasa jangan khawatir. Karena ini dimasak langsung suami saya, asli keturunan Lombok Timur," ujarnya, saat ditemui tengah jualan Nasi Kaput, Sabtu (30/6/2018)
Santi, sapaan akrabnya, menjelaskan, nasi Kaput yang ia jual memiliki dua varian rasa, yakni ayam suwir dan ikan cakalang.
Di dalam satu porsi nasi Kaput yang dikemas kerucut ini terdapat berbagai komposisi.
Bagian atas adalah nasi, kemudian dibawahnya terdapat aneka lauk-pauk..
Ada Ikan cakalang atau Ayam Suwir, serundeng (parutan kelapa yang telah dimasak dan dibumbui), kacang panjang, dan kacang kedelai.
"Nasi yang saya gunakan menggunakan nasi organik. Rasanya sangat pulen dan tahan lama," ungkapnya.
Baca: Fokus Pengembangan Satelit, Facebook Hentikan Proyek Aquila
Rasa dari Nasi Kaput ini gurih, nasinya pulen dan suwiran dari ikan cakalang memiliki rasa yang pekat.
Ada juga sayur kacang dan kedelai menjadi pelengkap rasa.
Bagi anda yang penasaran dengan rasa nasi kaput, bisa mencobanya.
Setiap hari, Santi menjual nasi kaput di jalan DI Panjaitan, tepatnya di sekitar komplek pondok pesantren Al Munawwir, Krapyak.
Buka dari pukul 06.00 WIB pagi, sampai menjelang siang sekitar pukul 08.30 WIB.
"Ada sekitar 40 sampai 50 porsi setiap hari," terang Santi. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nasi-kaput-khas-lombok-timur_20180630_201427.jpg)