Kota Yogyakarta

Limbah Manusia Sebabkan Pengerjaan Drainase Prawirotaman Tersendat

Drainase merupakan saluran air hujan yang kemudian dialirkan ke sumur resapan yang akan diserap bumi.

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Aki Lukman Nor Hakim keluhkan limbah masyarakat yang menghambat pengerjaan drainase Prawirotaman.

"Sejak lama pengerjaan Prawirotaman itu, tetapi terhambat karena limbah manusia. Dari pekerja juga tidak mau kalau membersihkan, siapa yang bisa saya mintai tolong," kata Aki.

"Ini masih buntu saya, mudah-mudahan saja lama-lama hancur. Kalau nanti hujan bisa saja keluar ke jalan. Padahal itu kan kawasan pariwisata. Sementara sih ini disedot, tapi ya belum bisa atasi masalah," lanjutnya.

Ia mengatakan drainase merupakan saluran air hujan yang kemudian dialirkan ke sumur resapan yang akan diserap bumi.

Namun jika drainase tercemar, maka sumur-sumur juga bisa ikut tercemar.

"Air hujan itu kan air bersih. Kalau dulu dibuang disungai, kami bikin sumur resapan biar bisa masuk bumi, untuk anak cucu kita. Lha kalau tercemar, sumu-sumur juga bisa ikut tercemar. Ini supaya air kota naik," terangnya.

Ia pun mengeluhkan kesadaran masyarakat yang membuang limbah seenaknya ke drainase.

Saat ini, pengerjaan drainase Prawirotaman masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota Yogyakata.

"Tolong dong kesadaran masyrakat. Kalau minta dibangun drainase jangan asal dimasuki pralon buat limbah cuci piring. Ada limbah laundry juga yang mencemari. Drainase itu harus bersih. Kalau bingung ha mbok ke sini saja, biar dibuatkan salurannya," tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved