Razia Makanan BBPOM

Selama Bulan Ramadan, BBPOM Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Rhodamin B

Selama Bulan Ramadan, BBPOM Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Rhodamin B

Selama Bulan Ramadan, BBPOM Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Rhodamin B
Tribun Jogja/ Pradito Rida Pertana
Kepala BBPOM Yogyakarta, Sandra MP Linthin saat menunjukkan jenis krupuk yang mengandung bahan berbahaya rhodamin B. 

TRIBUNJOGJA.COM - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta menggelar razia produk makanan menjelang dan sesudah ramadan.

Dari hasil yang diperoleh ternyata masih didapati produk makanan yang mengandung bahan berbahaya khususnya formalin dan rhodamin B.

Kandungan formalin ditemukan pada ikan teri dan rhodamin B ditemukan pada krupuk.

Kepala BBPOM Yogyakarta, Sandra MP Linthin mengungkapkan, bahwa selama razia terkait pengawasan makanan pihaknya telah menyasar 439 sarana dan 92 di antaranya tidak memenuhi syarat.

Dijelaskannya, ke-92 sarana terdiri dari 28 di Kota Yogyakarta, 30 di Kabupaten Sleman, 10 di Kabupaten Bantul, 6 di Kabupaten Kulonprogo dan 18 di Kabupaten Gunungkidul.

Lanjut Sandra, di 92 sarana tersebut pihaknya mendapati beberapa produk makanan dan minuman yang dalam keadaan rusak, kadaluwarsa dan tanpa ijin edar.

"Kalau tahun lalu itu terbanyak tanpa ijin edar, tahun ini produk expired. Tapi yang expired tidak terlalu banyak, menurut evaluasi kami itu merupakan keteledoran dan bukan kesengajaan. Jika dibandingkan tahun lalu terjadi penurunan yang signifikan untuk produk yang tidak memenuhi syarat," katanya, Selasa (26/6/2018).

Baca: Minimalisir Kejahatan Penggelapan Kendaraan, Pengusaha Rental Mobil Diminta Gabung Asosiasi

Meski mengalami penurunan, Sandra mengakui jika pihaknya masih menemukan produk makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Dikatakannya, pihaknya menemukan 51 item dengan jumlah 135 produk yang mengandung bahan berbahaya.

Ratusan produk tersebut ditemukan di wilayah DIY, khususnya di Pasar-pasar daerah Sleman, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta.

"Ikan teri yang mengandung formalin kebanyakan ditemukan di Pasar-pasar daerah Sleman, setelah ditelusur mengaku dapat dari Pasar Beringharjo. Tapi dari setelah ditelusuri mereka mengaku dapat dari Jatim (Jawa Tengah)," ujarnya.

Selain ikan teri yang mengandung formalin, pihaknya juga masih menemui makanan yang mengandung rhodamin B, khususnya untuk jenis kerupuk.

Menurutnya, krupuk yang mengandung rhodamin b masih banyak ditemukan di Yogyakarta, padahal rhodamin B berpotensi memicu kanker hati dan kanker kantung kemih. (tribunjogja)

Penulis: rid
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved