Pilkada 2018

Masyarakat Budaya Yogyakarta Ikut Kirim Doa dan Harapan Bagi Ganjar Pranowo

Hal itu dituangkan melalui kegiatan Bancakan Gudangan yang digelar di area Plaza Diorama Tugu Pal Putih

Editor: Muhammad Fatoni
ist
Bancakan Gudangan yang digelar di area Plaza Diorama Tugu Pal Putih Yogyakarta, Rabu (27/6/2018) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski tak ikut serta dan tak memiliki hak suara dalam Pilkada Jawa Tengah (Jateng), namun sejumlah orang yang tergabung dalam Masyarakat Budaya Yogyakarta, turut mengucapkan selamat pada Ganjar Pranowo yang telah memenangkan Pilkada Jateng versi hitung cepat (quick count).

Hal itu dituangkan melalui kegiatan Bancakan Gudangan yang digelar di area Plaza Diorama Tugu Pal Putih Yogyakarta, Rabu (27/6/2018) malam.

Kordinator acara, Agus 'Becak' Sunandar, menuturkan kegiatan tersebut merupakan wujud apresiasi dari masyarakt budaya Yogyakarta untuk Ganjar Pranowo.

"Ini kegiatan spontan dari kami, yang ikut mangayubagya dan mengucapkan selamat untuk Mas Ganjar, yang kita ketahui bersama telah memenangkan kontestasi politik Pilkada Jateng hari ini," tuturnya.

Seperti diketahui, pasangan Ganjar Pranowo - Taj Yasin memang unggul atas rivalnya, Sudirman Said - Ida Fauziyah, versi hitung cepat.

Pasangan nomor urut 1 tersebut mendapat perolehan suara sebesar 58 persen, sementara Sudirman Said - Ida dengan 41 persen suara.

Kegiatan ini sendiri dikemas dengan nuansa budaya. 

Ada pertunjukan musik, aksi tarian teatrikal, dan ditutup dengan kembulan atau makan bersama di area Diorama Tugu Pal Putih.

Melalui aksi ini, sambung Agus, pihaknya turut mendoakan dan menyampaikan harapan bagi pasangan Ganjar Pranowo - Taj Yasin.

"Tarian teatrikal tadi juga sebagai simbolik, sekaligus harapan dan doa bagi Mas Ganjar agar bisa menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah ke depan," imbuh dia.

Pihaknya pun berharap Ganjar bisa membawa Jawa Tengah lebih baik pada masa pemerintahannya mendatang.

Menurutnya, sosok Ganjar Pranowo memiliki ikatan psikis yang cukup erat dengan Yogyakarta, terutama perihal UU Keistimewaan DIY.

"Mas Ganjar kita ketahui bersama dulu adalah orang yang ikut memperjuangkan UU Keistimewaan DIY, jadi ini sebagai wujud apresiasi pula dari kami," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved