Bandara NYIA Kulonprogo

Relokasi Magersari Gelombang Kedua Dimungkinkan Baru Terwujud 2020

Program tersebut juga belum masuk dalam struktur anggaran kementerian terkait.

Relokasi Magersari Gelombang Kedua Dimungkinkan Baru Terwujud 2020
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Jajaran Pemkab Kulonprogo mengecek lahan PAG calon lokasi pembangunan kompleks relokasi magersari di Kaligintung. 

TRIBUNJOGJA.COM - Realisasi pembangunan kompleks relokasi magersari gelombang kedua untuk warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) dipastikan belum akan terwujud dalam waktu dekat.

Selain masih dalam tahap permohonan izin penggunaan lahan ke Pura Pakualaman, program tersebut juga belum masuk dalam struktur anggaran kementerian terkait.

Rumah relokasi itu nantinya bakal dibangun dengan konsep yang sama seperti di Kedundang dengan akses pendanaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Adapun rencananya kompleks relokasi itu tetap mengambil lokasi di wilayah Desa Kaligintung, Kecamatan Temon tepatnya di lahan Paku Alam Ground (PAG) di wilayah Pedukuhan Siwates.

Namun begitu, program itu belum diajukan ke pihak kementerian karena belum ada kepastian lahan.

"Kalau lahan sudah fix, kami akan langsung ajukan program pembangunannya ke Kementerian PUPR. Keinginannya, tahun ini bisa jadi tapi kan (pengajuan terdahulu) sudah dicoret oleh pusat. Kami akan ajukan lagi. Terdekat mungkin 2019 melalui anggaran perubahan dan 2020 baru jadi," kata Asisten II Sekretariat Daerah Kulonprogo, Sukoco di sela peninjauan lokasi lahan, Selasa (26/6/2018).

Titik lahan PAG seluas 1,1 hektare dalam lima bidang ini dipandang cocok untuk program tersebut. (*)

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved