Pemusnahan Miras

Kejaksaan Negeri Wonosari Musnahkan Ratusan Botol Miras

Kejaksaan Negeri Gunungkidul menggelar pemusnahan barang bukti berupa ratusan botol miras, ribuan pil Trihexypenidil, dan uang palsu.

Kejaksaan Negeri Wonosari Musnahkan Ratusan Botol Miras
Tribun Jogja/ Wisang Seto Pangaribowo
Bupati Gunungkidul, Badingah (lima dari kanan) yang didampingi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Wonosari dan Kapolres serta perwakilan Kodim 0730 Gunungkidul memusnahkan miras dan barang bukti narkoba di Halaman Kejaksaan Negeri Wonosari, Selasa(26/6/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo.

TRIBUNJOGJA.COM - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gunungkidul menggelar pemusnahan barang bukti berupa  ratusan botol miras, ribuan pil Trihexypenidil, dan uang palsu dari sejumlah kasus yang ditangani selama 2017-2018.

Pemusnahan yang digelar di halaman Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Selasa, (26/6/2018) tersebut dipimpin oleh Bupati Gunungkidul, Badingah serta dihadiri oleh Kapolres Gunungkidul.

Barang-barang ilegal yang dimusnahkan terdiri dari 174 botol minuman keras berbagai merek, pil trihexypenidil sebanyak 18.390 butir, uang palsu pecahan seratus ribu sebanyak 711 lembar, pecahan lima puluh ribu sebanyak 81 lembar, jamu tidak berizin sebanyak 504 botol, tembakau gorilla sebanyak 14 linting, ganja seberat 5,5 gram serta shabu-shabu seberat 1,02 gram.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan pemusnahan botol miras beserta obat-obatan terlarang ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah, kejaksaan dan kepolisian untuk pemberantasan narkoba dan obat-obatan berbahaya.

Baca: 21 TPS di Kabupaten Magelang Rawan Politik Uang

Harapannya, dengan pemusnahan ini, bisa menjadi bagian untuk menyelamatkan generasi muda dari narkoba dan barang-barang terlarang tersebut.

"Pemusnahan barang bukti kami pemerintah kabupaten sangat mendukung, karena dengan ini kami bisa memantau peredaran obat terlarang dan minuman keras. Peran orangtua sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya," terangnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gunungkidul Asnawi Mukti mengatakan pemusnahan barang bukti ini merupakan barang bukti dari pengungkapan sejumlah kasus selama satu periode mulai 2017-2018.

"Pemusnahan barang bukti selama satu periode yaitu pada tahun 2017 hingga 2018, yang jelas ini merupakan kerjasama yang komponennya dari Polres Gunungkidul, Kejaksaan Gunungkidul, dan Pengadilan Negeri Gunungkidul," terangnya. (tribunjogja)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved