Harga Kebutuhan Pokok

Disperindag Bantul Pastikan Ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok Stabil

Disperindag Bantul Pastikan Ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok Stabil

Disperindag Bantul Pastikan Ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok Stabil
TRIBUNJOGJA.COM / Josef Leon
Kios seorang pedagang sembako di Pasar Bantul, Minggu (11/3/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah berakhirnya masa libur lebaran 1439 H, Dinas Perindustrian dan Perdagangan memastikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bantul stabil.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Subiyanta Hadi, Selasa (26/6/2018)

Menurutnya, distribusi dan ketersediaan bahan pokok menjelang hari raya hingga saat ini , secara umum sudah stabil dan normal kembali.

Bahkan, dari hasil pantauan di empat Pasar Tradisional di Kabupatan Bantul, meliputi Pasar Bantul, Imogiri, Niten dan Piyungan, pihaknya menemukan beberapa komoditas pangan justru mengalami penurunan.

"Distribusi dan ketersediaan bahan pokok menjelang hari raya sampai hari ini, secara umum di Kabupaten Bantul sudah normal kembali. Justru ada beberapa komoditas pangan yang turun," terangnya.

Subiyanta merinci, beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan di antaranya,  daging sapi, daging ayam broiler, ayam kampung hingga telur ayam.

"Daging sapi turun, sekarang harganya hanya Rp 100 ribu/kilogram (kg). Predisksi saya masih di angka Rp108 ribu/kg, tapi ternyata sudah di angka Rp 100 ribu/kg," ungkapnya.

"Ayam broiler dari harga Rp 40 ribu/kg turun menjadi Rp 38 ribu/kg. Ayam kampung dan telur juga turun," imbuh dia.

Kendati demikian, Subiyanta juga tidak menampik usai lebaran ini ada beberapa harga komoditas pangan di Kabupaten Bantul cenderung mengalami kenaikan.

Beberapa harga komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya, cabai merah, dari sebelumnya harga Rp 28ribu/kg, naik menjadi Rp 29 ribu/kg.

Cabai keriting dari harga Rp 16.600 /kg naik menjadi Rp 18 ribu/kg, cabai hijau dari harga Rp 19 ribu/kg menjadi Rp 21 ribu/kg

"Bawang merah dan Bawang putih juga mengalami kenaikan, tapi tidak signifikan, hanya seribu, dua ribu perkilogram," jelasnya.

Ia menjelaskan, beberapa harga komoditas pangan mengalami kenaikan karena beberapa faktor, antara lain, disebabkan karena libur panjang sehingga pasukan menurun dan juga karena faktor jumlah pembeli, mengingat banyak wisatawan yang datang.

"Kenaikan juga dipicu karena jumlah permintaan meningkat. Sekarang kan musim hajatan, jadi banyak orang yang belanja banyak," ujar dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved