Internasional

Pertemuan CITES Guna Meningkatkan Jejaring Kerjasama Antar Negara Anggota CITES

Pertemuan ini dihadiri oleh negara-negara Asia anggota CITES serta mitra dan donor CITES Tree Species Programme dan Perwakilan dari Uni Eropa.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Pertemuan dihadiri oleh negara-negara Asia anggota CITES serta mitra dan donor CITES Tree Species Programme dan Perwakilan dari Uni Eropa. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bekerjasama dengan CITES Secretariat dan International Tropical Timber Organisation (ITTO) menyelenggarakan 'CITES Tree Species Programme Regional Meeting for Asia and Second Regional Workshop on the Management of Wild and Planted Agarwood Taxa' pada Senin (25/6/2018).

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Royal Ambarukmo ini dihadiri oleh negara-negara Asia anggota CITES serta mitra dan donor CITES Tree Species Programme dan Perwakilan dari Uni Eropa.

Beberapa negara anggota CITES yakni Indonesia, Malaysia, Tiongkok, India, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Bangladesh, dan Nepal.

"Pertemuan ini bertujuan untuk meninjau perkembangan pelaksanaan CITIES Tree Species Programme di regional Asia dan pelaksanaan proyek masing-masing negara selanjutnya," ujar Kasubdit Penerapan Konvensi Internasional Direktorat Konservasi Keanekaragaman, Ratna Kusuna Sari.

Pertemuan akan dilanjutkan dengan Second Regional Workshop on the Management of Wild and Planted Agarwood Taxa yang bertujuan untuk berbagi pengalaman dari berbagai negara dalam pengelolaan populasi gaharu di alam dan hutan tanaman.

"Pertemuan kedua ini untuk mencegah eksploitasi berlebihan dan memastikan perdagangan legal gaharu tidak melebihi tingkat keberlanjutannya," lanjut Ratna.

Pihaknya berharap, hasil dari kedua pertemuan Ini diharapkan dapat meningkatkan jejaring dan kerjasama antar negara anggota CITES.

"Terutama dalam hal pertukaran informasi dan teknologi serta meningkatkan kapaslta identifikasi dan sistem monitoring untuk mewujudkan perdagangan spesies yang sustainable legal, dan traceable," imbuh dia. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved