Kota Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta Keluarkan Perwal Reklame di Ketandan

peraturan tersebut ditujukan untuk mengatur reklame yang ada di Kawasan Ketandan agar tidak menutupi fasad bangunan

Pemkot Yogyakarta Keluarkan Perwal Reklame di Ketandan
ist
Logo Pemkot Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 26 Tahun 2018 tentang Reklame di Bangunan Permanen Pada Kawasan Ketandan Yogyakarta .

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Eko Suryo Maharso menjelaskan bahwa peraturan tersebut ditujukan untuk mengatur reklame yang ada di Kawasan Ketandan agar tidak menutupi fasad bangunan.

Eko menjelaskan, adapun yang meliputi Kawasan Ketandan melingkupi Ramayana ke timur hingga eks-Kampus UPN serta Suryatmajan hingga Pasar Beringharjo.

"Perwal itu untuk mengatur reklame. Reklame masa berlakunya satu tahun. Ketika habis, boleh diperpanjang asal mematuhi aturan yang telah dijelaskan dalam Perwal," ujarnya, Senin (25/6/2018).

Baca: Terkendala Anggaran, Pemda DIY Kesulitan Tertibkan Reklame Bodong

Ketentuan teknis penyelenggaraan reklame, lanjutnya, pada bentuk muka bangunan yakni posisi sejajar dengan jalan dan ditempatkan pada listplank muka depan bangunan.

Selain itu, karakter warna dan tulisan reklame disesuaikan dengan karakter Kawasan Ketandan.

"Warna dan tulisan disesuaikan karakter Ketandan, yakni ada kuning dan merah," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, reklame tidak boleh menutup ornament/arsitektural bangunan maupun atap bangunan.

Tinggi reklame paling tinggi 1 meter dan panjang reklame paling panjang setengah dari panjang listplank muka
depan bangunan.

Baca: Demi Tarik Wisatawan, Pemda DIY Bakal Tata Kampung Ketandan

"Ini dilakukan agar Kawasan Ketandan menjadi enak dipandang dan tertata," ujarnya.

Penataan Ketandan secara keseluruhan, lanjutnya, dilakukan oleh Pemda DIY.

"Ketandan lebih ditangani DIY, termasuk pemasangan batu (di bagian lantai) dan wajah depan Ketandan yang merupakan usulan kami (Pemkot), nanti yang melaksanakan adalah DIY," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved