Kota Yogyakarta

Pemkab Kulonprogo Tak Ingin Pindahkan Warga Penolak Bandara Secara Paksa

Sementara itu 20 rumah sewa yang diberikan akan diberi bantuan subsidi selama 3 bulan oleh Pemkab.

Pemkab Kulonprogo Tak Ingin Pindahkan Warga Penolak Bandara Secara Paksa
IST
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menunjukkan dokimen opini WTP dari BPK atas laporan keuangan 2017. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berbagai fasilitas telah ditawarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo guna mengakomodir masyarakat yang terdampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Antara lain dengan menawarkan rumah beserta perabot gratis sebanyak 50 unit dan rumah sewaan sebanyak 20 unit, yang nantinya dapat ditinggali warga yang hingga kini masih menolak untuk beranjak dari lahan bandara.

Untuk 50 rumah gratis yang disiapkan oleh Pemkab, 45 di antaranya sudah diisi oleh masyarakat, sehingga masih menyisakan 5 unit yang masih kosong dapat dihuni.

"Kalau ada dari 31 KK yang masih belum bisa menerima ingin mengambil 5 (rumah) itu ya silahkan cepet-cepetan, dengan catatan bukan orang yang kaya, mesti mereka yang betul-betul layak yang bisa menerima," tutur Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (26/6/2018).

Sementara itu 20 rumah sewa yang diberikan akan diberi bantuan subsidi selama 3 bulan oleh Pemkab.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut diakui Bupati Kulonprogo dilakukannya agar tidak ada warga yang tidak memiliki tempat tinggal apabila nantinya benar-benar harus meninggalkan lahan bandara.

"Sehingga 31 KK itu jika harus kita eksekusi, tidak boleh terlantar. Jangankan orangnya, sapinya saja tidak akan terlantar kok," imbuh Hasto.

Dengan tegas dirinya mengaku akan terus mengedepankan pendekatan kepada warga yang masih menolak dan tidak dengan cara yang memaksa.

Pihaknya juga siap mengakomodir jika warga nantinya membutuhkan bantuan seperti terkait uang ganti rugi ataupun mengenai tempat tinggal pengganti.

"Dalam keadaaan yang last minute pun akan saya sampaikan kepada mereka kalau mau supaya tidak dipaksa. Kami tidak mau dibilang memaksa, kami benar-benar memanusiakan," tegas Hasto. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved