Bisnis

Klasik, Modal dan Pemasaran Jadi Kendala Pengusaha Kerajinan di Kota Yogyakarta

Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun membeberkan kendala para pelaku kerajinan di Kota Yogyakarta.

Klasik, Modal dan Pemasaran Jadi Kendala Pengusaha Kerajinan di Kota Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Beragam produk karya pengrajin member Dekranasda Kota Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun membeberkan kendala para pelaku kerajinan di Kota Yogyakarta.

Dirinya menjelaskan, para pelaku usaha ini terkendala mulai dari permodalan hingga pemasaran.

"Kendala rata-rata yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro adalah akses mereka ke perbankan/permodalan agak sulit karena tidak punya jaminan, selain itu manajemen keuangan masih jelek dan belum bisa dibaca oleh analis," terang Tri Kirana Muslidatun kepada Tribunjogja.com, Senin (25/6/2018).

Tri melanjutkan, masalah lain yang dihadapi oleh pengusaha kerajinan yakni soal produksi, para pengrajin dinilai masih belum bisa memanajemen produksi yang bagus dan tepat waktu sehingga kesiapan pengusaha untuk menerima order banyak tersebut belum ada.

Ditambah lagi, lanjut Ana (sapaan akrabnya), pengembangan kreativitas marketing dari pelaku usaha kerajinan ini sangat minim.

Oleh karenanya dirinya berharap para pelaku ini mampu kreatif dan berkembang untuk menjawab tantangan masa depan di era digital ini.

Pihaknya pun mengaku tak tinggal diam, Dekranasda Kota Yogyakarta pun telah bekerjasama dengan menggandeng berbagai pihak baik swasta maupun universitas, memberikan beragam pelatihan, pendampingan hingga memfasilitasi acara pameran untuk meningkatkan kelas dari para pelaku usaha ini.

"Untuk menggeret mereka (pengrajin -red) untuk menjadi pengusaha besar tentu mereka harus bisa menjual harus bisa marketing," katanya.

Kekompakan dari para pelaku usaha kerajinan pun menurutnya punya peran penting dalam meningkatkan nilai dari sebuah usaha kerajinan.

"Pengusaha kerajinan itu sebagian besar adalah pengusaha mikro dan kecil, hanya dengan bersatu, guyub, rukun, saling mengisi, berbagi akan menjadi besar, itu intinya," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved