Bantul

Panen Bawang Merah Bantul Puaskan Suharsono

Pasalnya, bawang merah organik yang ditanam kelompok tani (Poktan) Lestari Mulyo itu pada saat dipanen ukurannya besar-besar.

Panen Bawang Merah Bantul Puaskan Suharsono
TRIBUNJOGJA.COM / Hening Wasisto
Bupati Bantul, Suharsono beserta jajaran saat memanen bawang merah di Dusun Nawungan Nawungan I Selopamioro, Imogiri, Bantul, Jumat (22/6/2018) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Suharsono mengikuti panen bawang merah organik di Dusun Nawungan I Selopamioro, Imogiri, Bantul, Jumat (22/6/2018).

Pada panen perdana kali ini, Suharsono terlihat puas.

Pasalnya, bawang merah organik yang ditanam kelompok tani (Poktan) Lestari Mulyo itu pada saat dipanen ukurannya besar-besar.

Sampai-sampai Suharsono mengklaim, bawang merah Bantul merupakan bawang merah terbaik bila dibandingkan dengan wilayah lain yang juga penghasil tanaman serupa.

"Saya sangat puas sekali. Katanya hasilnya kecil-kecil dibanding wilayah lain, ternyata besar. Hasilnya sangat bagus sekali. Kualitas, rasa, aroma dan sebagainya lebih unggul," kata Suharsono di sela memanen bawang merah bersama jajarannya.

Baca: Suharsono Sebut Pisang Bantul Jauh Lebih Enak Daripada Pisang Luar Negeri

Bupati berharap, panen raya kali ini bisa dijadikan pemicu semangat dan inspirasi warga masyarakat khususnya para petani di Kabupaten Bantul untuk mengembangkan tanaman bawang merah organik.

Sebab, budidaya bawang merah organik memiliki beberapa keunggulan.

"Budidaya bawang merah secara organik tentu saja akan dapat mengembalikan kesuburan tanah kita. Dengan tanah yang sehat, baik struktur tanahnya maupun unsur kimia yang ada, saya yakin budidaya bawang merah di Kabupaten Bantul akan dapat berkelanjutan, dan menghasilkan bawang merah yang sehat dan bebas dari pestisida," paparnya.

Bupati juga meminta kepada semua pegampu kepentingan di Kabupaten Bantul agar dapat membangun dan menciptakan pengaruh agar bawang merah yang dibudidayakan secara organik ini dapat diusahakan memiliki harga jual di pasaran yang berbeda dengan harga bawang merah yang dibudidayakan secara konvensional.

"Mungkin salah satu upayanya adalah dengan pengemasan (packing) dan adanya pemberian sertifikat organik," cetusnya.

Halaman
12
Penulis: sis
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved