Ini Dia Makna dan Kisah Panjang Sejarah Ziaran

Setiap Lebaran pertama atau kedua saya bersama isteri, kedua anak dan ibu pasti nyekar ke makam ayah.

Ini Dia Makna dan Kisah Panjang Sejarah Ziaran
Tribun Jogja/Hari Susmayanti
Ilustrasi Ziarah 

Berkembang dari Zaman Walisongo

Bagaimana munculnya tradisi ziarah kubur di hari Lebaran? Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Nur Syam, di website pribadinya nursyam.uinsby.ac.id menjelaskan, tradisi ziarah kubur di masyarakat muslim Indonesia sebenarnya telah terjadi ketika Islam mulai berkembang di Nusantara.

"Walisongo adalah orang yang pertama mengembangkan tradisi nyekar atau ziarah kubur di Nusantara," tulis Nur Syam. Sebenarnya, kata dia, tradisi nyekar sudah ada dari zaman kerajaan Hindu atau Buddha, tetapi kemudian memperoleh sentuhan baru yang bersesuaian dengan ajaran Islam.

Menurut dia, dalam Islam sendiri ziarah kubur semula dilarang oleh Nabi Muhammad SAW, ketika akidah umat Islam belum kuat karena takut merusak akidah mereka.

Kenapa bisa merusak?

Ini karena tradisi ziarah kubur pada masa pra-Islam ditandai dengan adanya permohonan kepada arwah orang yang meninggal.

Hal itu tentu sama dengan penyembahan terhadap arwah leluhur yang pada masa itu banyak dijumpai di berbagai belahan dunia.

"Namun karena semakin kuatnya akidah umat Islam, maka Nabi Muhammad SAW kemudian membolehkan umatnya untuk ziarah kubur," ujar Nur Syam.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Makna Ziarah Kubur di Hari Lebaran"

Editor: ribut raharjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved