Kewajiban Salat Jumat Gugur Bila Idul Fitri Jatuh di Hari Jumat, Begini Pendapat Para Ulama

Idulfitri 1439 Hijriah dalam kalender nasional, jatuh tepat pada hari Jumat (15/6/2018). Apa hukumnya salat Jumat?

Kewajiban Salat Jumat Gugur Bila Idul Fitri Jatuh di Hari Jumat, Begini Pendapat Para Ulama
tribunjogja/santoari
Gumuk Pasir Parangkusumo yang dijadikan tempat beribadah Salat Ied. 

Pertama: Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy-Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqam, "Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘id (hari Idulfitri atau IdulAdha bertemu dengan hari Jumat) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan salat id dan memberi keringanan untuk meninggalkan salat Jumat”, jawab Zaid lagi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda , “Siapa yang mau salat Jumat, maka silakan.” (HR. Abu Daud no. 1070, An-Nasai no. 1592, dan Ibnu Majah no. 1310. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Kedua: Dari seorang tabi’in bernama ‘Atha’ bin Abi Rabbah, ia berkata,
“Ibnu Az-Zubair ketika hari id yang jatuh pada hari Jumat pernah salat id bersama kami di pagi hari. Kemudian ketika tiba waktu salat Jumat Ibnu Az-Zubair tidak keluar, beliau hanya salat sendirian. Tatkala itu Ibnu Abbas berada di Thaif. Ketika Ibnu Abbas tiba, kami pun menceritakan kelakuan Ibnu Az- Zubair pada Ibnu Abbas. Ibnu Abbas pun mengatakan, “Ia adalah orang yang menjalankan ajaran Nabi ( ashobas sunnah ).” (HR. Abu Daud no. 1071. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Jika sahabat mengatakan ashobas sunnah (menjalankan sunnah), itu berarti statusnya marfu’ yaitu menjadi perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diceritakan pula bahwa Umar bin Al-Khattab melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Ibnu Az-Zubair.

Begitu pula Ibnu Umar tidak menyalahkan perbuatan Ibnu Az-Zubair.

Begitu pula Ali bin Abi Tholib pernah mengatakan bahwa siapa yang telah menunaikan salat id maka ia boleh tidak menunaikan salat Jumat.

Dan tidak diketahui ada pendapat sahabat lain yang menyelisihi pendapat mereka-mereka ini. (Lihat Shahih Fiqh As-Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1: 596, Al-Maktabah At-Taufiqiyah).

Bagaimana dengan Kewajiban Salat Zuhur?
Ada dua dalil yang dijadikan sebagian ulama bahwa Salat Jumat dan Salat Zhuhur gugur sekaligus.

‘Atha’ berkata,
“Di masa Ibnu Az-Zubair pernah hari id jatuh pada hari Jumat. Ibnu Az-Zubair lantas berkata, ‘Telah bergabung dua hari raya (hari id dan hari Jumat) di satu hari. Dia menggabungkan keduanya. Di pagi hari ia melakukan salat dua rakaat dan Ibnu Az-Zubair tidak menambah lagi dari itu sampai Asar.” (HR. Abu Daud no. 1072. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini shahih)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , dari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda,

Halaman
1234
Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved