Idul Fitri 1439 H

22 Peserta Parade Takbir Meriahkan Kelurahan Sumbersari di Sleman

Tema yang diangkat dalam parade takbir adalah Bertakbir Menjalin Ukhuwah Islamiah.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
IST
Sebanyak 22 peserta parade takbir keliling antusias mengikuti parade yang diadakan oleh IPPS di lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman (14/6/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gema Takbir Berkumandang.

Ratusan jemaah masjid di seluruh Yogyakarta Barat memenuhi Lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman untuk mengikuti parade takbir keliling.

Parade takbir keliling diselenggarakan oleh Ikatan Pengasuh Pengajian Sumbersari (IPPS).

Ketua Parade Takbir, Annas Makruf mengatakan Parade Takbir diikuti oleh 22 jemaah masjid.

Tema yang diangkat dalam parade takbir adalah Bertakbir Menjalin Ukhuwah Islamiah.

"Ini adalah acara tahunan yang diadakan IPPS, sudah sejak 90an. Tujuannya untuk menyemarakkan IdulFitri 1439 hijriah. Selain itu juga untuk menjalin silaturahmi sesama jamaah se-Yogya Barat," kata Annas Kamis (14/6/2018).

Baca: Ketua MUI : Jangan Bawa Khotbah Salat Ied ke Suasana Politik Praktis

Peserta dibagi menjadi 2 kelompok, A dan B.

Kelompok A merupakan jamaah dari luar kelurahan Sumbersari.

Sementara kelompok B merupakan jamaah dari Kelurahan Sumbersari.

"Tahun ini maskot yang dibawa bebas. Tidak ada yang khusus, kami hanya menentukan ukurannya saja, lebar 2,5 m dan tinggi 3,5 m," lanjutnya.

Baca: Warga Mergangsan Antusias Saksikan Festival Takbir Keliling

Seluruh maskot akan dibawa berkeliling kelurahan, dengan jarak sekitar 4 km.

Masjid Istiqomah Dakawon, Sumbersari, Moyudan merupakan salah satu peserta takbir keliling.

Maskot yang diusung adalah Burung Garuda.

Pemuda Rakhim Dakawon, Lutfi Nurarito mengatakan Garuda merupakan lambang negara Indonesia.

Ia berharap melalui maskot tersebut dapat mempererat persatuan Indonesia.

"Ini kami lembur 3 Minggu untuk membuat Garuda. Maknanya supaya persatuan Indonesia tetap terjaga. Bhinneka Tunggal Ika, meski beda tetapi tetap satu," kata Lutfi.

Garuda seberat 100kg akan diarak mengelilingi kelurahan. Garuda terbuat dari sterofoam, sak semen, sementara rangka terbuat dari bambu.

"Yang paling sudah bikin itu kepalanya, kan banyak detailnya. Nanti rombongan ada 100an, mulai dari ibu-ibu sampai anak-anak,"tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved