Jelang Piala Dunia, Rusia Ajarkan Warganya Senyum kepada Orang Asing

Menjelang gelaran Piala Dunia 2018, yang digelar seminggu lagi, wrga dan para pekerja di Rusia diajari cara tersenyum.

Editor: iwanoganapriansyah
IST
Ilustrasi pakaian dan tarian tradisional Rusia. 

TRIBUNJOGJA.COM - Menjelang gelaran Piala Dunia 2018, yang digelar tak kurang dari seminggu lagi, wrga dan para pekerja di Rusia diajari cara tersenyum.

Dilansir BolaSport.com dari BBC, beberapa organisasi yang melayani publik seperti perusahaan kereta api, sistem transportasi Metro Moskwa mengadakan pelatihan khusus untuk para staf untuk tersenyum.

Hal ini bertujuan agar para pekerja lebih sopan dan bisa membantu orang-orang yang datang ke Rusia, sebagai penonton gelaran Piala Dunia 2018.

Dilarang Tersenyum

Seorang Psikologis, Elnara Mustafina, menjelaskan jika memang warga Rusia biasanya memang tak tersenyum dengan orang asing.

"Rakyat Rusia biasanya tak tersenyum. Itulah sebabnya ketika warga negara lain datang ke Rusia, mereka pikir warga Rusia tidak ramah," ujarnya.

"Kami harus mengajari mereka (pekerja) untuk tersenyum. Kami harus mengubah sikap mereka," tambahnya.

Di Rusia, tersenyum kepada orang lain di hadapan publik bisa menimbulkan masalah.

Seperti yang diungkapkan seorang sutradara film, Yulia Melamed. Ia pernah diberhentikan seorang polisi hanya karena tersenyum kepadanya.

"Saya pernah diberhentikan oleh seorang polisi dan saya cukup marah karenanya. Setelah ditanya mengapa, ia menjawab bahwa alasannya adalah karena saya tersenyum," ujarnya.

"Karena hal yang aneh bagi seseorang untuk berjalan di jalanan dan tersenyum. Itu terlihat mencurigakan," tambahnya. (Bagas Reza/BolaSport)

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved