DIY

'Kita Pancasila' Sebagai Upaya Membumikan Ideologi Negara

Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (PP Kagama) menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk 'Kita Pancasila.'

'Kita Pancasila' Sebagai Upaya Membumikan Ideologi Negara
IST
Sebagai bagian dari partisipasi bersama dalam upaya membumikan Pancasila, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (PP Kagama) menyelenggarakan rangkain kegiatan bertajuk 'Kita Pancasila.' 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai bagian dari partisipasi bersama dalam upaya membumikan Pancasila, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (PP Kagama) menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk 'Kita Pancasila.'

Selain PP Kagama, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) dan Kwartir Daerah Gerakan Pramukan DIY, turut berandil dalam terselenggaranya kegiatan yang mengambil tema besar 'Bersatu, Berbagi dan Berprestasi' tersebut.

"Rangkaian kegiatan akan berlangsung dari 1 Juni, sampai 25 Agustus 2018. Rangkaian acara sudah dimulai sejak konser Slank tempo hari," ucap Koordinator Pelaksana 'Kita Pancasila', Edi Purjanto, di Komplek Kepatihan, Rabu (6/6/2018).

Baca: Bulan Pancasila Jadi Upaya untuk Membumikan Pancasila Sebagai Ideologi

Ia mengatakan, rangkaian kegiatan bulan Pancasila melibatkan berbagai elemen masyarakat, yang memiliki kepedulian yang sama, antara lain Pusat Studi Pancasila UGM, PWI DIY, Karang Taruna DIY, serta Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

Tambahnya, berbagai agenda yang telah dicanangkan, yakni upacara hari lahir Pancasila pada 1 Juni lalu, kemudian bersih-bersih masjid Pathok Negoro, sarasehan 'Kita Pancasila' di seluruh kota dan kabupaten di DIY, hingga pemilihan figur inspiratif.

"Kita selenggarakan pula berbagai perlombaan seperti paduan suara, mural, siskamling kreatif, cover lagu Garuda Pancasila, juga vlog. Semua kita wadahi, anak-anak muda dan lain-lain," cetusnya.

"Kalau ini baik, progresnya baik, akan kita tularkan ke daerah-daerah lain. Mungkin, kegiatannya berbeda, tapi esensinya tetap sama, melibatkan seluruh lapisan masyarakat," tambah Edi.

Baca: Rangkaian Kegiatan Bulan Pancasila Kita Pancasila di DIY Akan Digelar Hingga Agustus Mendatang

Sementara itu, Ahmad Syafii Maarif, yang didapuk memberikan pengantar, menyatakan bahwa kegiatan semacam ini memang sangatlah penting.

Apalagi, menurutnya, setelah kejatuhan Orde Baru (Orba), Pancasila seperti tidak diperhatikan lagi.

"Padahal, dalam setiap undang-undang dasar kita, sesungguhnya Pancasila kekal di situ. Hanya, perumusannya saja yang kadang berbeda," ucapnya.

Namun, Buya Syafii tidak memungkiri, permaslahan yang dihadapi negeri saat ini adalah tidak kunjung turun ke buminya Pancasila sila ke lima.

Ia menilai, pemerintah tidak bersungguh-sungguh melaksanakannya, sehingga pantas jika rakyat merasa lelah.

"Kebanyakan bangsa ini soal rumus-merumuskan itu sangat luar biasa dan Pancasila itu puncaknya. Tapi, dalam pelaksanaanya, terjadi pecah kongsi, antara kata dengan perilaku," pungkasnya, sembari diikuti gelak tawa para hadirin. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved