Harga Kebutuhan Pokok

Jelang Lebaran, Harga Sejumlah Komoditas di Bantul Mulai Turun

Jelang Lebaran, Harga Sejumlah Komoditas di Bantul Mulai Turun, Stoknya Pun Masih Aman.

Jelang Lebaran, Harga Sejumlah Komoditas di Bantul Mulai Turun
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Ketersediaan dan harga kebutuhan bahan pokok di Kabupatan Bantul menjelang datangnya lebaran 1439 Hijriyah dipastikan aman.

Kepala Dinas perdagangan Kabupaten Bantul, Subiyanta Hadi, mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di empat pasar utama Kabupaten Bantul.

Empat pasar itu yakni Pasar Tradisional Bantul, Pasar Piyungan, Pasar Imogiri dan Pasar Niten.

Hasilnya, ketersediaan bahan pokok di empat pasar itu menjelang lebaran masih cukup aman dan tidak ada yang mengalami lonjakan signifikan. Harga beberapa komoditas masih relatif normal.

"Saya sudah monitoring Kamis lalu. Untuk sayur mayur memang ada kenaikan sebesar Rp2 ribu. Namun untuk harga-harga kebutuhan yang lain justru cenderung turun," kata Subiyanta, ketika ditemui Tribun Jogja, kemarin.

Dijelaskannya, beberapa barang kebutuhan yang mengalami penurunan harga, diantaranya, harga telur ayam. Dari yang awalnya Rp 25 ribu/kilogram (kg) turun menjadi Rp 20 ribu/kg.

Baca: Wacana Relokasi Rutan Wates Butuh Lahan 3 Hektare

Harga Bawang Merah super yang awalnya berada pada kisaran harga Rp 34 ribu/kg mengalami penurunan menjadi Rp 32 ribu/kg.

"Bawang merah kecil yang tadinya Rp 27 ribu/kg sekarang menjadi Rp 25/kg. Penurunan ini karena stok barang ada dan di wilayah pantai selatan habis panen," ungkapnya.

Disinggung masalah beras, Subiyanta mengaku stok dan harga beras di Kabupaten Bantul menjelang lebaran dipastikan cukup aman.

Hal ini dikarenakan, pihaknya telah meninjau satu distributor beras yang ada di Bantul dan melihat ketersediaanya cukup melimpah.

"Saya cek satu saja distributor beras di Bantul, ada sebanyak 220 ton beras. Belum ke distributor yang lain. Artinya ketersediaan beras di Bantul, aman,"terangnya.

Lebih lanjut, Subiyanta bisa menjamin ketersediaan beras di Bantul aman karena beras impor dari gudang Bulog DIY yang siap disitribusikan.

"Bulog pada awal tahun kemarin kan impor beras dan siap disitribusikan. Jadi untuk ketersediaan beras di Bantul menjelang lebaran tidak ada masalah," tegas Subiyanta.

"Bahkan stok beras di Bantul diperkirakan aman sampai empat bulan kedepan. Sampai bulan september," imbuh dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved