Sains

Asteroid Ini Sempat Diprediksi Jatuh di Indonesia

Asteroid berdiameter dua sampai lima meter bernama ZLAF9B2 pada Sabtu malam (2/6/2018) masuk ke dalam atmosfer Bumi

pojoksamber.com
ilustrasi asteroid 

American Meteor Society (AMS) melaporkan penangkapan superfireball yang terangnya melebihi Matahari selama dua detik, dengan magnitudo visual -27 pada saat kejadian.

Tidak ada suara dentuman benda jatuh setelah kejadian.

Meski demikian, disebutkan ada penampakan jejak asap sepanjang 10 derajat dalam beberapa saat.

“Analisis sangat prematur saya, dengan magnitudo mutlak 29,6 dan anggap berkomposisi meteorit kondritik, asteroid ZLAF9B2 punya diameter sekitar 5 meter dengan massa sekitar 240 ton,” kata Marufin.

“Kecepatannya (v_inf) sekitar 15,8 kilometer per detik, maka saat masuk ke atmosfer Bumi kecepatannya sekitar 19,4 kilometer per detik. Energinya sekitar 11 kiloton TNT atau setara separuh energi bom nuklir Nagasaki,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, jika asteroid masuk ke atmosfer Bumi dengan sudut 45 derajat terhadap paras Bumi maka asteroid akan menjadi superfireball dan terpecah belah di ketinggian 35 kilometer di atas permukaan laur sembari melepaskan energi sekitar tujuh kiloton TNT.

“Pada tingkat energi ini biasanya ada meteoritnya,” ujarnya.

Baca: Mirip Film Armageddon, NASA Tak Sanggup Hentikan Asteroid yang Diprediksi Hantam Bumi di Tahun 2135

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pihak-pihak seperti Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty Organization (CTBTO) dan NASA Near Earth Office yang memiliki segudang instrumen dan satelit pemantau untuk mendeteksi peristiwa sejenis di atmosfer.

ZLAF9B2 adalah asteroid ketiga yang berhasil dideteksi dunia astronomi hingga saat ini sebelum jatuh ke Bumi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Salah Prediksi, Asteroid Ini Hanya Lewat Indonesia dan Jatuh di Afrika", https://sains.kompas.com/read/2018/06/03/163940523/salah-prediksi-asteroid-ini-hanya-lewat-indonesia-dan-jatuh-di-afrika.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved