PSIM Yogyakarta
Crah Angger Mantap Bela Panji Laskar Mataram
Ia mengaku sangat nyaman dengan situasi tim yang hangat tanpa membedakan mana pemain baru dan mana pemain lama.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM- Kebimbangan sempat dirasakan penggawa PSIM Yogya, Crah Eka Angger Iswanto sebelum akhirnya berlabuh di tim berjuluk Laskar Mataram.
Sempat bergabung kembali ke tim lamanya, Martapura FC awal Januari lalu atau lebih tepatnya pada masa pembentukan tim, Angger akhirnya memutuskan untuk mundur lantara pertimbangan faktor keluarga.
Ya, Yogyakarta bukanlah kota baru baginya.
Baca: Fisik Pemain PSIM Digojlok Saat Puasa
Tahun 2016 silam, ia menjadi pilar andalan tim sekota, PSS Sleman kala melaju ke babak final Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 silam.
Sayang dipartai puncak, Angger gagal membawa timnya menang usai tumbang 3-4 dari PSCS Cilacap.
"Senang pastinya bisa bermain lagi di Yogya, apalagi menurut saya kotanya juga nyaman. Kalau mangenai tim sekota, saya juga tetap bakal profesional meski di PSS juga tentunya banyak kenangan yang berkesan," ujar pesepakbola yang menempati posisi wing back tersebut.
Baca: PSIM Yogya Asah Eksekusi Bola Mati dan Antisipasi Bola Silang
Angger pun mengaku keputusannya berlabuh di PSIM Yogya musim ini tak lepas dari keinginannya yang tak ingin jauh dari sang istri yang tinggal di Bojonegoro, Jawa Timur.
"Kemarin sebenarnya sempat ke Martapura awal Januari lalu, waktu itu PSIM Yogya belum ada persiapan. Tapi setelah dipertimbangkan, akhirnya saya pilih main disini yang sekira bisa dijangkau istri juga," kata Angger.
"Habis dari Martapura pulang, istriahat, dan ada beberapa taawaran, tapi saya mantapkan diri bermain PSIM karena sebenarnya dari play off musim lalu sudah ada komunikasi dengan coach Ananto, tapi waktu itu sudah gabung ke Martapura FC," imbuhnya.
Namun bukan berarti keputusannya bergabung ke PSIM Yogya berjalan mulus.
Angger mengaku awalnya sempat merasa canggung, terlebih hubungannya dengan PSIM Yogya sempat kurang apik kala ia pernah bersitegang dengan pemain andalan Laskar Mataram, Rangga Muslim sewaktu ia membela Persatu Tuban tahun 2017 silam.
"Awalnya saya sempat canggung karena pernah berselisih dengan pemain PSIM, Rangga Muslim waktu itu di Persatu Tuban. Sampai kemarin uji coba pertama di PSIM saya juga sempat diteriaki suporter sendiri, ya saya cuma bisa senyum-senyum sendiri sih. Tidak masalah," ungkapnya.
Namun rasa canggungnya tersebut kini tak ia rasakan lagi.
Sebaliknya, ia justru mengaku sangat nyaman dengan situasi tim yang hangat tanpa membedakan mana pemain baru dan mana pemain lama.
"Kekeluargaan disini kuat, teman di lapangan dan teman ibadah juga. Biasanya kami salat berjamaah tarawih, subuh, magrib, itu sih yang bikin nyaman dan juga makin dekat satu sama lain,"
"Suasana ramadan lebih terasa disini," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/crah-angger_20180603_154839.jpg)