Sains

Pegawai Negeri AS di China Alami Cedera Otak setelah Mengalami Ini

Peringatan tersebut menanggapi kejadian di mana salah seorang pegawai konsulat AS yang ditugaskan di Guangzhou, China mengalami cedera otak misterius

Pegawai Negeri AS di China Alami Cedera Otak setelah Mengalami Ini
Health Digest
Ilustrasi otak 

TRIBUNJOGJA.COM – Peringatan kesehatan bagi para pegawai negeri Amerik Serikat yang berada di China baru saja dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Peringatan tersebut menanggapi kejadian di mana salah seorang pegawai konsulat AS yang ditugaskan di Guangzhou, China mengalami cedera otak misterius setelah mengalami “sensasi suara dan tekanan yang aneh”.

“Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala atau masalah medis yang terjadi selama atau setelah ditugaskan di China, segera berkonsultasi dengan pakar kesehatan,” ujar peringatan tersebut.

“Jika selama berada di China, Anda mengalami fenomena sensoris atau suara yang akut dibarengi dengan bunyi yang tidak lazim, jangan berusaha menemukan sumbernya. Sebaliknya, pergilah ke lokasi di mana suara tersebut tidak lagi terdengar,” imbuh peringatan tersebut.

Baca: Mampukah China Jadikan Dubai Lumbung Padi Timur Tengah?

Kasus di Kuba Hingga kini, belum ada penyebab pasti yang dapat menjelaskan cedera yang dialami pegawai tersebut.

Namun, banyak yang menunjuk pada serangan ultrasonik.

Pasalnya, kasus kali ini mengingatkan warga AS dengan kejadian serupa di Kuba.

Live Science, Rabu (9/5/2018), melaporkan bahwa dari akhir 2016 hingga Agustus 2017, 24 warga AS yang berada di Kuba melaporkan telah mengalami episode suara dan sensori yang aneh, seperti bunyi yang menganggu hingga tekanan dan getaran.

Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan pengecekan kesehatan terhadap 21 individu di antaranya yang kemudian mengungkapkan bahwa mereka telah mengalami cedera pada jaringan otak yang meluas.

Tanggapan awal pemerintah AS terhadap kasus tersebut adalah dugaan bahwa 21 individu tersebut telah diserang menggunakan senjata ultrasonik, walaupun klaim ini kemudian dibantah oleh para pakar.

Baca: Amerika Serikat Ternyata Uji Coba Rudal Siluman Terbaru saat Serang Suriah

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved