Breaking News:

Kota Yogyakarta

Personel Slank Naik Andong Menyusuri Malioboro Hingga Kraton Sembari Sapa Warga Yogya

Kaka, Bimbim, Ivanka dan Ridho menyapa para penggemarnya dengan menunjukkan gestur melambaikan tangan

Penulis: Rizki Halim
Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Para personil Slank menaiki andong saat akan menuju ke Kraton Yogyakarta, kamis (31/5/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lima andong tampak berbaris tepat di sebelah Selatan Tugu Pal Putih Yogyakarta, Kamis (31/5/2018) sore.

Yang menarik, pada salah satu andong yang berbaris tersebut, tampak dinaiki oleh kelompok musik senior asal ibu kota, Slank.

Tampak para personel band yang terdiri dari Kaka, Bimbim, Ivanka dan Ridho menyapa para penggemarnya dengan menunjukkan gestur melambaikan tangan.

Dengan menaiki andong, para personel Slank sore itu bermaksud untuk menemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kraton Yogyakarta.

Perjalanan Slank dengan menumpangi andong kali itu mengambil rute dari Selatan Tugu Pal Putih, Malioboro, Alun-alun Utara hingga Bangsal Pagelaran Kraton.

Sontak kehadiran band asal Gang Potlot kala melintasi kawasan yang ramai wisatawan tersebut memecah keramaian masyarakat, yang sekadar penasaran untuk dapat melihat Kaka dan kawan-kawannya.

Acara pawai andong yang diikuti oleh Slank sore itu merupakan bagian dari rangkaian acara Konser Indonesia Damai yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada, Jumat esok (1/6/2018).

Ditemui sebelum melakukan pawai, drummer Slank, Bimbim, berharap agar pada peringatan hari lahir Pancasila esok dapat membawa semangat persatuan.

Terlebih lagi, beberapa waktu terakhir, kasus intoleransi sempat terjadi, maka dengan hal tersebut Bimbim dan kelompok musiknya berupaya menularkan rasa pedamaian kepada para penggemarnya.

"Besok kita akan tampil di UGM dalam rangka hari lahirnya Pancasila, sedih juga karena kemarin ada kejadian di Surabaya, ini kayaknya Slank harus turun gunung buat nyebarin perdamaian, merangkul persatuan, baliklah kita ke akar kita," kata Bimbim

Tidak hanya itu, putra dari Bunda Iffet tersebut juga menyayangkan banyaknya masyarakat yang hingga saat ini belum mampu mengamalkan oancasila dalam kehidupan.

Padahal, menurutnya Pancasila adalah jalan keluar yang dapat digunakan dari permasalahan beberapa negara yang ada di dunia, tidak hanya Indonesia.

"Selama ini Pancasila hanya menjadi gantungan di tembok dan tidak dijalankan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved