Gunungkidul

Persiapan Lebaran, Pemkab Gunungkidul Atasi Masalah Kemacetan dan Calo Wisata

Bupati Gunungkidul berharap agar tidak ada praktek calo-calo wisata ilegal karena dapat merusak citra pariwisata.

Persiapan Lebaran, Pemkab Gunungkidul Atasi Masalah Kemacetan dan Calo Wisata
internet
Pemkab Gunungkidul

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pemkab Gunungkidul mengadakan rapat koordinasi lintas sektoral jelang Hari Raya Idul Fitri di Ruang Rapat Bupati, Rabu (30/5/2018).

Dalam rapat tersebut Bupati Gunungkidul, Badingah menyoroti permasalahan yang mungkin dihadapi nanti.

Baca: Aktivitas Terkini Gunung Merapi, Terjadi Satu Kali Gempa Guguran dan Satu Gempa Vulkanik Dalam

"Kami sudah mendapatkan warning dari Kapolda DIY terkait kemacetan yang terjadi lalu terkait rambu-rambu lalu lintas," tuturnya.

Selain itu Badingah mengatakan agar tidak ada praktek calo-calo wisata ilegal di Gunungkidul karena dapat merusak citra pariwisata Gunungkidul.

"Kepada Dinas Pariwisata, jangan sampai ada calo-calo ilegal yang ada sehingga mencoreng citra pariwisata Gunungkidul, selain itu tolong tingkatkan sosialisasi ke rumah makan, jangan sampai menghargai makanan dan minuman secara aji mumpung," tuturnya.

Selain itu Badingah menghimbau kepada Dinas Perhubungan agar segera memperbaiki lampu penerangan jalan yang mati.

Baca: Cari Tahu Sarjana yang Banyak Dicari dalam CPNS 2018

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady mengatakan pihaknya akan melaksanakan Operasi Progo selama 18 hari. 

"Kami akan melaksanakan Operasi Progo selama 18 hari mengingat libur nasional diperpanjang," tuturnya.

Operasi Progo ini berfokus pada tiga aspek.

"Yang pertama mengamankan aspek orang, bukan hanya masyarakat Gunungkidul tetapi secara umum pemudik. Lalu wisatawan karena Gunungkidul merupakan objek sasaran wisata, yang ke dan masyarakat Gunungkidul itu sendiri. Lalu aspek kedua adalah barang kita melindungi barang masyarakat yang ditinggal mudik dari aksi-aksi kriminalitas. Yang terakhir, mengamankan ketersediaan bahan pokok atau pangan, kita harus menjamin harga bahan pokok stabil sudah ada satgas pangan gabungan jangan sampai harga melonjak," paparnya.

Selanjutnya ia menghimbau untuk takbir di tempat masing-masing.

"Kalau menginginkan melakukan konvoi agar tidak menggunakan kendaraan bermotor apalagi menggunakan kendaraan bak terbuka," katanya.

"Selain itu, menjelang lebaran sudah beredar petasan ini tolong camat kapolsek, untuk dirazia kecuali kembang api, karena ada perbedaan jika petasan itu meledak kembang api hanya mengeluarkan cahaya," tuturnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved