Ngaji Sehat Bareng RS JIH

Dokter RS JIH: Gosok Gigi untuk Cegah Gigi Berlubang

Gigi berlubang dapat disebabkan karena adanya masalah infeksi bakteri pada gigi.

Dokter RS JIH: Gosok Gigi untuk Cegah Gigi Berlubang
Tribun Jogja/Noristera Pawestri
drg Eri Wishwa Dewi SpKG 

TRIBUNJOGJA.COM - Gigi berlubang merupakan salah satu masalah yang cukup mengganggu. Gigi berlubang dapat disebabkan karena adanya masalah infeksi bakteri pada gigi.

Dokter Gigi RS "JIH", drg Eri Wishwa Dewi SpKG mengatakan, sebenarnya penyebab gigi berlubang itu sangat sederhana, yakni adanya sisa-sisa makanan yang tidak diambil dan tidak dibersihkan.

"Kemudian ada bakteri di dalam rongga mulut dan ada makanannya. Nah kalau kita mau tidak ada lubang, otomatis makanannya itu yang harus dilenyapkan dari rongga mulut kita," ujar Eri, Rabu (30/5).

Sehingga ketika tidak dibersihkan, otomatis bakteri akan menempel pada gigi, karena menempel, gigi akan menjadi makanannya bakteri.

"Produknya bakteri itu adalah asam, nah asam itulah yang melunakkan gigi sehingga terjadi lubang pada gigi," lanjutnya.

Ia menambahkan, ada dua penyakit pada gigi, yakni penyakit gigi yang berasal dari gigi dan melalui jaringan pendukungnya yaitu gusi.

"Karang gigi sendiri lebih berpengaruh pada jaringan pendukungnya kalau tidak dibersihkan. Jadi nanti tumpukan makanan dia akan mengeras, nah itu dipengaruhi oleh air liur kita," imbuh Eri.

Apabila pH pada saliva bersifat basa, maka hal tersebut akan menimbulkan tumpukan-tumpukan yang menimbulkan karang gigi.

Sementara jika pH saliva bersifat asam, maka akan menimbulkan lubang pada gigi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mengurangi rasa sakit pada saat gigi berlubang, dapat menggunakan beberapa alternatif seperti air rebusan daun sirih dan air garam hangat.

"Tipsnya menjaga gigi agar tetap sehat yaitu harus gosok gigi dengan cara yang baik dan benar yaitu semua lapisan dibersihkan. Bisa menggunakan dental floss untuk membersihkan gigi yang tidak mudah dijangkau," jelasnya.

Selain itu juga dianjurkan untuk menggunakan obat kumur dan jangan lupa untuk kontrol rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. (era)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved