DIY

Perlindungan Sosial di ASEAN Akan Diintegrasikan

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari the 'ASEAN High-Level Conference on Social Protection', yang digelar di Manila pada 15-17 Agustus 2017.

Perlindungan Sosial di ASEAN Akan Diintegrasikan
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Kementerian Sosial RI bersama ASEAN Secretariat, melangsungkan agenda the 2nd ASEAN High-Level Intersectoral Conference on Social Protection di Hotel Tentrem, Yogyakarta, pada 30-31 Mei. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Sosial RI bersama ASEAN Secretariat, melangsungkan agenda The 2nd ASEAN High-Level Intersectoral Conference on Social Protection.

Kegiatan tersebut, diselenggarakan di Hotel Tentrem, Yogyakarta, pada 30-31 Mei. 

Konferensi yang mengusung tema 'Moving Forward with the Social Protection Monitoring Framework in ASEAN' itu, merupakan aktivitas lanjutan dari the 'ASEAN High-Level Conference on Social Protection', yang digelar di Manila pada 15-17 Agustus tahun lalu.

Bagi ASEAN Sectoral Bodies sendiri, konferensi semacam ini menjadi ajang saling bertukar pandangan antar negara anggota, mengenai operasionalisasi indikator dan target perlindungan sosial yang telah diinisiasi pada konferensi sebelumnya. 

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Edi Suharto, mengatakan bahwa tujuan utama diselenggarakannya agenda itu, adalah membangun framework social protection, atau perlindungan sosial di kawasan ASEAN yang terintegrasi.

Ia menjelaskan, satu di antara model yang sudah terealisasi dan dapat diterapkan adalah di Eropa.

Setelah bersatu dalam European Union, lanjutnya, mereka memiliki apa yang disebut sebagai dana struktural, yang dikumpulkan dari anggota.

Sehingga, mana kala ada sebuah negara yang diterpa bencana alam, atau permasalahan sosial lainnya, dana tersebut busa digunakan sebagai jaminan, sekaligus memberi langkah penyelamatan pertama.

"Jadi, ketimpangan yang bisa saja timbul akibat persatuan itu, akibat perbedaan pertumbuhan ekonomi, bisa tereliminasi," kata Edi. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved