Pendidikan

Pancasila sebagai Sumber Etika dalam Era Revolusi Industri

Pancasila dapat membantuk karakter unggul SDM di Indonesia. Pancasila dibutuhkan untuk membekali diri dalam revolusi industri 4.0.

Pancasila sebagai Sumber Etika dalam Era Revolusi Industri
istimewa
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta, sekaligus Dosen Etika Profesi STMIK AKAKOM Yogyakarta, Teguh Wiyono Budi Prasetyo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta, sekaligus Dosen Etika Profesi STMIK AKAKOM Yogyakarta, Teguh Wiyono Budi Prasetyo menilai Pancasila dapat membantuk karakter unggul SDM di Indonesia.

Pancasila dibutuhkan untuk membekali diri dalam revolusi industri 4.0.

Mengutip yang ditulis Klaus Schwab dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution, Teguh mengatakan bahwa adanya arus revolusi yang menggabungkan teknologi fisik, digital dan biologis yang berdampak pada semua disiplin ilmu dan pada akhirnya teknologi modern akan merevolusi cara kita menjalani kehidupan.

Menurutnya, persaingan bebas tenaga kerja di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang saat ini tengah kita jalani, menuntut para jobseekers (pencari kerja) untuk membekali diri semaksimal mungkin untuk menguasai teknologi moderen terutama teknologi digital.

"Namun banyak orang lupa, ada sisi lain yang lebih penting untuk dimiliki yaitu karakter dan integritas," ucapnya Rabu (30/5/2018).

Dijelaskannya, karakter dimaknai sebagai budi pekerti yang tumbuh dan tercermin dalam sikap, tingkah laku dan pola kerja seseorang yang akan membedakan satu dengan yang lainnya.

Sedangkan Integritas merupakan salah satu atribut kunci yang harus dimiliki seorang pekerja.

Ia menyebut, di saat persaingan global sangat ketat dengan berbagai negara di dunia yang hanya melihat dari sisi penguasaan teknologi, Pancasila justru dapat menjadi jawaban tentang kekhasan sumber daya manusia Indonesia.

Teguh menuturkan, Pancasila sebagai sumber etika dalam konsep dan pelaksanaan kerja profesional sumber daya manusia Indonesia.

Pancasila harus menjadi ruh utama dalam perumusan Kode Etik Profesi yang meliputi aspek etika, moral dan hukum.

"Dengan begitu, SDM Indonesia akan memiliki kekhasan sebagai manusia yang adaptif terhadap teknologi dengan keunggulan karakter dan integritas Pancasila. Dengan konsep ini bargaining position SDM Indonesia akan menguasai pasar dunia," tutupnya.(*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved