Ramadan 1439 H

Seperti Inilah Berbagai Cara Unik Mengisi Ramadan di Berbagai Negara

Mulai dari ceramah keagamaan, tadarusan, acara buka puasa bersama, acara safari ramadan, bahkan pernik-pernik ramadan

Editor: Mona Kriesdinar
Arab News
Seorang lelaki hendak menyalakan meriam yang menjadi salah satu tradisi Ramadan di Mekkah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Berbagai kegiatan keagamaan biasanya digelar sepanjang bulan Ramadan.

Mulai dari ceramah keagamaan, tadarusan, acara buka puasa bersama, acara safari ramadan, bahkan pernik-pernik ramadan semisal pasar tumpah ikut serta menyemarakan bulan suci bagi umat Muslim ini.

Di Indonesia sendiri, tradisi di bulan ramadan tak jauh dari berbagai kegiatan tersebut.

Namun, biasanya banyak hal yang unik yang bisa ditemukan selama bulan ramadan.

Satu diantaranya kebiasaan para remaja untuk membangunkan warga ketika tiba saatnya waktu sahur.

Mereka biasanya membawa berbagai macam alat musik maupun tabuh-tabuhan yang mengeluarkan bunyi cukup nyaring. Peralatan itu digunakan untuk menciptakan irama dengan tujuan bisa membangunkan warga yang hendak sahur.

Jika itu di Indonesia, maka lain halnya dengan yang bisa disaksikan di Kairo, Mesir.

Masyarakat di Kairo biasanya menandai datangnya bulan ramadan dengan memasang lampu-lampu tradisional yang dipasang di setiap rumah.

Mereka menamakannya sebagai lampu Fanus atau yang dalam bahasa inggris biasa disebut Ramadan Lantern. Oleh karena itu, tidak heran jika datangnya bulan ramadan menjadi anugerah tersendiri bagi para perajin Lampu Fanus.

Berdasarkan catatan berbagai sumber, kebiasaan menghidupkan lampu fanus sudah dimulai sejak zaman Dinasti Fattimiyah. Dulunya, lampu digunakan sebagai simbol penyambutan bagi pasukan raja yang biasanya datang berkunjung menjelang datangnya bulan ramadan.

Memasang lampu fanus ini, ternyata tak hanya dilakukan di Mesir. Masyarakat di Palestina juga memiliki tradisi serupa.

Hal menarik lainnya, masyarakat di Irak ternyata memiliki kebiasaan unik ketika ramadan.

Mereka akan mendatangi pasar tradisional tertua yang disebut Shorja. Pasar ini hanya ramai pada bulan ramadan saja, dan biasanya mulai buka pada sore hari hingga malam hari. Di Indonesia, pasar seperti ini biasanya banyak ditemukan di berbagai pusat keramaian. Biasanya disebut pasar ramadan, di mana di dalamnya terdapat aneka makanan untuk santap berbuka puasa.

Keramaian pasar ramadan juga bisa ditemukan di Prancis, tepatnya di jalan Pierre Tumbot, Couronne. Di sini para penjual menjajakan aneka pernik ramadan. Serupa dengan yang bisa ditemukan di Italia. Saat ramadan tiba, akan ada banyak penjual aneka makanan khas yang bercitra rasa manis untuk berbuka puasa.

Sementara di Nigeria, tradisi menyambut bulan ramadan ditandai dengan kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para pemuka agama. Mereka akan pergi ke berbagai pelosok daerah untuk melaksanakan dakwah keagamaan.

Hal berbeda dilakukan di Austria. Umat muslim di negara ini akan mengumpulkan dana untuk disumbangkan kepada kalangan tidak mampu. Biasanya dana yang terkumpul kemudian akan dibelanjakan untuk membeli paket lebaran.(berbagai sumber)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved