Ramadan 1439 H

Jangan Abaikan Kebutuhan Kalsium Saat Berpuasa

Seseorang yang berpuasa harus mengkonsumsi makanan dan minuman mengandung kalsium tinggi

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RS JIH, dr Nurul Huda SpOT 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh saat berpuasa, jangan sampai melupakan kebutuhan kalsium yang diperlukan oleh tubuh.

Seseorang yang berpuasa harus mengkonsumsi makanan dan minuman mengandung kalsium tinggi, baik saat berbuka maupun makan sahur.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kebutuhan kalsium yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RS JIH, dr Nurul Huda SpOT, atau Ruli sapaan akrabnya, mengatakan kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Karena seperti yang kita ketahui tulang di tubuh kita 90 persen lebih dibentuk oleh kalsium, jadi kita bisa lihat betapa pentingnya kalsium di tubuh kita. Kalsium tidak diproduksi, harus kita dapatkan melalui asupan-asupan," ujar Ruli pada Senin (28/5/2018).

Ditambahkannya, kalsium paling banyak didapatkan pada susu, keju, serta sayuran seperti brokoli dan sayuran hijau pun juga banyak mengandung kalsium.

Ruli melanjutkan, kalsium tidak berdiri sendiri, kalsium juga bekerjasama yang berhubungan erat dengan Vitamin D.

"Jadi vitamin D di sini melancarkan kerjanya kalsium. Jadi kalau ada kalsium sendiri, dia kurang maksimal kerjanya, justru Vitamin D ini mempercepat kerjanya kalsium, memepercepat penyerapan kalsium di dalam usus," imbuh dia.

Jika tubuh kekurangan kalsium dan Vitamin D, bahayanya adalah tulang mudah rapuh, untuk itu kalsium merupakan komponen wajib yang harus diperhitungkan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Tulang mudah rapuh bisa terjadi terutama usia di atas 50 tahun, terutama wanita di mana wanita usia di atas 50 tahun biasanya mengalami suatu masa yang disebut menopause di mana feedbacknya adalah pengambilan kalsium di tulang banyak dibandingkan dengan pembentukannya, otomatis tulang akan sangat gampang patah," lanjutnya.

Ia menambahkan, guna mengetahui apabila tubuh kekurangan kalsium, dapat melakukan pengecekan melalui Bone Merum Density (BMD) di laboratorium.

"RS JIH Punya suatu alat yang bisa mendeteksi apakah kita menderita kerapuhan tulang itu menggunakan alat BMD. Alat ini akan mendeteksi kekurangan kalsium di dalam tubuh. Alat akan mengukur kepadatan tulang dalam tubuh," tutur Ruli.

Jika sudah terindikasi mengarah pada kekurangan kalsium, pihaknya menyarankan untuk mengkonsumsi suplemen tambahan.

Dengan mengkonsumsi suplemen tambahan, maka bisa diukur kalsium dan Vitamin D secara jelas berapa mili gram (mg) yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

"Kebutuhan kalsium rata-rata 1000 mg per hari, tapi bisa bervariasi dengan meningkatnya pada orang hamil, anak-anak dalam masa pertumbuhan bisa mencapai 1300mg," jelasnya.

Guna mencukupi kebutuhan kalsium tersebut, pihaknya juga menyarankan untuk mengkonsumsi susu dua gelas setiap harinya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved