Kota Yogyakarta

Haedar Nashir Ajak Para Pendakwah Manfaatkan Media Digital

Ia menuturkan, zaman digital saat ini memiliki efek positif dan negatif, bagaikan dua sisi mata pisau.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Santo Ari
Ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar ,Nashir mengimbau agar pendakwah dapat memanfaatkan teknologi untuk melakukan siar Islam kepada masyarakat zaman mileneal.

Saat membuka Pengajian Ramadan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1439 di UMY belum lama ini, Haidar menyampaikan bahwa kemajuan media digital sangat pesat, penyebaran informasi juga bisa dilakukan dengan mudah dan secara singkat.

Haedar Nashir mengatakan, dewasa ini kita sudah memasuki era Revolusi Industri keempat yang sering disebut dengan zaman Digital.

Ia menuturkan, zaman digital saat ini memiliki efek positif dan negatif, bagaikan dua sisi mata pisau.

Ia menilai, perkembangan teknologi digital kini seakan mampu mengubah sifat manusia dalam berinteraksi di masyarakat.

Media digital mengakibatkan lunturnya orientasi nilai, mampu menghilangkan nalar rasa dan nalar spiritual.

Dengan media digital, hubungan relasi paguyuban akhirnya berganti menjadi hubungan yang lebih individualis.

"Menghadapi hal tersebut, Muhammadiyah berupaya untuk bisa menguasai dunia digital dan memanfaatkannya dengan bijak untuk berdawah serta menyampaikan pesan-pesan Islam sebagai alternatif di tengah kurangnya pemahaman Islam di masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa keadaan ini harus bisa dimanfaatkan untuk melakukan syiar Islam kepada masyarakat zaman milenial.

“Pada keadaan yang serba cepat ini kita harus bisa menghadirkan dakwah, tabligh dan pesan-pesan Islam lewat media–media baru yang ada dengan lebih masif dari pada orang lain,” ujarnya.

Haedar juga menyerukan agar umat Islam dapat cerdas dalam menerima dan memberikan informasi di dunia maya.

Ia mengimbau agar masyarakat selalu tabayun ketika mendapatkan informasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tersebarnya informasi palsu atau hoax. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved