DIY
JAFF Movie Night 2.4 Putar Film tentang Religi dan Buruh
Tujuh film pendek dengan tema religi dan buruh diputar untuk menyesuaikan moment yang saat ini tengah berlangsung.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Yayasan Sinema Yogyakarta sukses menggelar JAFF Movie Night 2.4 di Jogja Village Inn, Jumat (25/5/2018) kemarin.
Tujuh film pendek dengan tema religi dan buruh diputar untuk menyesuaikan moment yang saat ini tengah berlangsung.
Yakni pada tanggal 1 Mei kemarin memperingati hari buruh sedunia dan disambung dengan Bulan Ramadan.
Lija Anggraheni selaku Managing Director Yayasan Sinema Yogyakarta, masih berkomitmen untuk menyediakan ruang pemutaran film alternatif di Yogyakarta.
JAFF Movie Night menjadi oase bagi penikmat film pendek di Yogyakarta.
Setiap bulannya JAFF Movie Night menampilkan film-film dengan tema yang saat itu tengah hangat.
Pemutaran dibagi menjadi dua slot, di mana slot pertama banyak yang mengisahkan tentang religi dari berbagai sudut pandang.
Seperti film berjudul Hoyen yang merupakan ode bagi Romo YB Manguwijaya, rohaniwan, budayawan dan sastrawan yang melakukan kontestualisasi nilai-nilai humanisme dalam realitas kehidupan, khususnya kalangan marjinal di bantaran sungai Code.
Di slot kedua, JAFF Movie Night menyoroti isu buruh yang mengkerucut ke pendidikan, dan moral.
Salah satu film yang menjadi perhatian penonton yang hadir malam itu adalah Angka jadi Suara.
Film dengan genre dokumenter yang disutradarai Dian Septi Trisnanti ini menceritakan tentang pelecehan seksual yang kerap dialami buruh perempuan.
"Dari semua film yang ditayangkan, menggambarkan apa yang terjadi di sekitar kita, dan apa yang harus kita lakukan," ujarnya.
"Akhirnya tema besar yang bisa ditarik adalah masalah kemanusiaan. Kita mau ngapain, sebagai manusia melihat realita yang terjadi. Kenyataan ini harus diliat dari berbagai sudut pandang dan dipecahkan," tambahnya.
Dalam kesempatan itu hadir pula Amarta, seorang yang terlibat untuk menggerakan buruh perempuan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Utara.
Para buruh perempuan ini didorong untuk berani angkat suara terhadap pelecehan yang mereka alami.
"Film ini untuk pembelajaran bagi teman-teman buruh sendiri, agar mereka tahu dan paham jenis-jenis pelecehan seksual dan bagaimana harus bersikap," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-diskusi-dalam-jaff-movie-night-24-di-jogja-village-inn_20180526_201004.jpg)