Video Langgar Dhuwur Kotagede, Berumur Lebih dari Seabad

Langgar dibangun untuk aktivitas ibadah oleh si empunya rumah secara swadaya sebagai kelengkapan sebuah rumah tinggal.

TRIBUNJOGJA.COM - Kotagede Yogyakarta menjadi salah satu wilayah penting terkait sejarah perkembangan Islam. Selain Masjid Gede Mataram sebagai pusat kajian Mataram Islam, beberapa bangunan di sana juga menjadi bagian dari perkembangan Islam di Yogyakarta.

Langgar  Dhuwur Kotagede adalah salah satu bangunan yang bisa mewakili bagaimana masyarakat pemeluk Islam menjalankan ibadahnya sehari-hari. Langgar adalah tempat beribadah layaknya sebuah musala atau masjid.

Bedanya, langgar ini berada satu area dengan rumah pribadi. Langgar dibangun untuk aktivitas ibadah oleh si empunya rumah secara swadaya sebagai kelengkapan sebuah rumah tinggal. Umumnya langgar dhuwur dibuat lebih tinggi seperti sebuah rumah panggung di bagian depan rumah utama.

Untuk itu disebut langgar dhuwur, karena dhuwur bermakna tinggi dalam bahasa Jawa. Salah satu langgar dhuwur yang ada di Kotagede adalah milik Achmad Charris Zubair  yang terletak di Boharen, Purbayan, Kotagede.

Kepada Tribun Jogja, Charris bercerita soal sejarah langgar dhuwur di rumahnya ini. Sembari mengajak untuk melihat lebih dekat detil bangunan langgar ini ia bercerita, langgar ini dibangun pada tahun 1330 Hijriyah.

Hingga saat ini (1439 Hijriyah) langgar tersebut berusia kurang lebih 109 tahun. Tahun pembuatan langgar tertera di salah satu atap bagian bangunan. Charis sendiri adalah generasi ketiga yang menjadi pewaris langgar ini.

Simak kisah selanjutnya di Tribun Jogja edisi Sabtu, 26 Mei 2018.

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved