Gunungkidul

Masjid di Tepus Ini Mulai Alami Kekeringan

Beberapa masjid tepatnya di Dusun Blekonang I, Desa Tepus, Kecamatan Tepus mengalami kesulitan pasokan air untuk ibadah.

Masjid di Tepus Ini Mulai Alami Kekeringan
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Takmir masjid saat mengecek air di dalam bak penampungan masjid Miffatul Jannah, Jumat (25/5/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Memasuki 8 hari Ramadan bertepatan dengan awal musim kemarau beberapa masjid tepatnya di Dusun Blekonang I, Desa Tepus, Kecamatan Tepus mengalami kesulitan pasokan air untuk ibadah.

Satu diantaranya adalah Masjid Mifattul Jannah.

Selaku takmir masjid Ngadiyo mengatakan, memasuki Ramadan kegiatan ibadah meningkat sehingga membuat masjid kekurangan air untuk wudu.

"Kemarin sempat membeli satu tangki, biasanya jika habis air akan beli tangki satu tangki seharga 110 ribu, karena masuk bulan puasa kebutuhan air meningkat," terangnya saat ditemui Tribunjogja, Jumat (25/5/2018).

Ia mengatakan saat bulan Ramadan ini masjid membutuhkan kurang lebih 5 ribu liter tiap bulannya.

Baca: Pameran Ramadan Akbar Atlanta Elektronik Tawarkan Beragam Produk Premium

"Tidak hanya masjid yang kesulitan air bahkan masyarakat sekitar yang sudah berlangganan PAM juga jarang keluar airnya ketika musim kemarau," terangnya.

Selanjutnya ia mengatakan belum meminta bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bantuan diberikan melalui RT setempat.

"Biasanya bantuan diberikan melalui RT, jika bak penampungan RT sudah terpenuhi sisanya akan didrop ke masjid, agar masyarakat dapat menggunakannya selain untuk ibadah," terangnya.

Sementara itu kepala Kementrian Agama Gunungkidul Aidi Johasyah mengatakan belum menerima laporan mengenai masjid yang mengalami kekeringan, serta belum ada program bantuan dari Kementrian Agama akan tetapi tidak menutup kemungkinan bantuan kemanusiaan akan dialihkan untuk bantuan masjid yang mengalami kekeringan.

"Dari total jumlah masjid di Gunungkidul sebanyak 1627 kami belum mendapat laporan resmi terkait itu tetapi jika sangat diperlukan kami akan mengalihkan bantuan kemanusiaan biasanya untuk membantu bedah rumah, santunan anak yatim, beasiswa, dan beberapa program lainnya, bisa saja anggaran itu untuk membantu masjid yang mengalami kekeringan," tukasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved