Pendidikan

Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Produk Komposit Karbon Magnetik Pengikat Limbah Merkuri

Tim Super C6 mencoba mengembangkan produk yang dapat mengatasi zat yang membahayakan ini di lingkungan

Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Produk Komposit Karbon Magnetik Pengikat Limbah Merkuri
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Tim Super C6 UGM saat menggelar jumpa pers di Kantor Humas UGM pada Jumat (25/5/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam sebuah grup riset SuperC6 berhasil mengembangkan inovasi produk komposit magnetik karbon aktif yang mampu menyerap kandungan limbah merkuri.

Anggota Tim Super C6 tersebut yakni M Rifqi Al-Ghifari (Kimia 2014), Bagas Ikhsan Pratomo (Kimia 2014), Charlis Ongkho (Teknik Fisika 2015) dan M Ilham Romadon (Akuntansi 2015) ini telah melakukan penelitian tentang limbang tambang.

Ketua Tim Super C6, Rifqi Al-Ghifari atau Amin sapaan akrabnya saat menggelar jumpa pers di Kantor Humas UGM pada Jumat (25/5/2018) menjelaskan, pihaknya mengembangkan produk karbon magnetik berbentuk bubuk yang bisa menyerap kandungan merkuri dari limbah di lingkungan.

Baca: Kamu Bakal Kaget, Cincin Emas Ini Ternyata Terbuat dari Limbah Laptop Lho

Ditambahkannya, penelitian limbah merkuri ini bermula dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah merkuri di kawasan pertambangan.

Kebanyakan tambang emas, terutama tambang rakyat memakai merkuri dalam proses penambangannya.

"Pembuatan karbon magnetik ini dulu awalnya karena KKN. Karena di Jogja juga ada masalah limbah merkuri, kemudian kita berpikir kita nggak makai solusi yang waktu KKN di Maluku," ujar Amin.

Ia melanjutkan, hampir sebagian besar para penambang di tambang emas Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kulonprogo menggunakan merkuri untuk memisahkan emas dari material lainnya.

Sementara itu pengelolaan limbah merkuri dari kegiatan penambangan belum dilakukan dengan baik.

Baca: Sumur Warga Plampang Terpapar Merkuri

"Limbah merkuri hanya ditampung di sejumlah kolam penampungan," lanjut dia.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved