Pendidikan

Inovasi Pengikat Merkuri dengan Memanfaatkan Limbah Kayu Jati

Inovasi produk pengikat merkuri yang dikembangkan oleh Tim Super C6 Mahasiswa UGM ini menggunakan material murah dan mudah dijumpai

Inovasi Pengikat Merkuri dengan Memanfaatkan Limbah Kayu Jati
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Tim Super C6 Mahasiswa UGM saat menunjukkan komposit karbon magnetik di Kantor Humas UGM 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Inovasi produk pengikat merkuri yang dikembangkan oleh Tim Super C6 Mahasiswa UGM ini menggunakan material murah dan mudah dijumpai di masyarakat.

M Rifqi Al-Ghifari (Kimia 2014), Bagas Ikhsan Pratomo (Kimia 2014), Charlis Ongkho (Teknik Fisika 2015) dan M Ilham Romadon (Akuntansi 2015) ini memanfaatkan limbah kayu jati dari industri furnitur yang belum banyak dimanfaatkan.

Ketua Tim Super C6, Rifqi Al-Ghifari atau Amin sapaan akrabnya menjelaskan mengapa pihaknya lebih memilih menggunakan limbah kayu jati.

"Kita buat dari jati yang furniturenya nggak terpakai. Kita lihat masalah yang paling banyak di Jogja. Ternyata limbah kayu paling banyak di Jogja itu limbah kayu jati. Selain itu, yang bagus performa untuk dibuat karbon itu memiliki selulosa tinggi, sedangkan kayu jati itu 60 persen kadar selulosanya," ujarnya saat menggelar jumpa pers pada Jumat (25/5/2018).

Baca: Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Produk Komposit Karbon Magnetik Pengikat Limbah Merkuri

Sementara itu, Bagas Ikhsan Pratomo menambahkan, pihaknya juga pernah membuat karbon aktif dari kelapa sawit.

"Selain kayu jati kami juga mencoba membuat karbon aktif dari tandan kosong kelapa sawit dan batok tempurung kelapa, tapi dua bahan ini tidak cukup tersedia di sini," ujar Bagas dalam jumpa persnya di Kantor Humas UGM

Bagas menceritakan, timnya harus berkali-kali melakukan uji coba dalam pembuatan karbon aktif.

Setelah melalui trial and eror akhirnya timnya mendapatkan karbon aktif seperti yang diharapkan.

"Maunya bikin karbon, tapi tidak jarang yang dihasilkan malah abu," kata dia.

Baca: Sejak Era Industri, Emisi Karbon Terus Meningkat

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved