Gunungkidul

Perusahaan Wajib Bayar THR Paling Lambat 7 Hari Sebelum Hari Raya

Pembayaran Tunjangan (THR) Hari Raya harus sudah dilalukan perusahaan paling lambat seminggu sebelum Lebaran.

Perusahaan Wajib Bayar THR Paling Lambat 7 Hari Sebelum Hari Raya
internet
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGLIDUL - Pembayaran Tunjangan (THR) Hari Raya harus sudah dilalukan perusahaan paling lambat seminggu sebelum Lebaran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala seksi hubungan Industrial dan perlindungan tenaga kerja, Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul Joko Ediwardoyo, saat ditemui Tribunjogja Rabu, (23/5/2018).

"Wajib perusahaan membayarkan tunjangan hari raya sesuai dengan surat edaran Bupati mengenai pembayaran THR, 7 hari sebelum lebaran sudah diberikan. jika tidak membayar akan ada teguran," terangnya.

Ia mengatakan akan segera mengedarkan surat kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Gunungkidul terkait dengan peraturan THR.

Baca: Kabar Baik untuk Para PNS, Jumlah THR PNS Tahun Ini Jumlahnya Naik

"Kami akan mengedarkan surat, setelah surat diterima oleh perusahaan surat tersebut lalu dikembalikan kembali ke dinaskertrans," terangnya.

Untuk tahun lalu kendala yang dihadapi adalah masih banyak perusahaan yang tidak membayar THR sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Kendalanya adalah tahun kemarin belum bisa sebesar apa yang diharapkan atau sesuai dengan rumus tetapi untuk Gunungkidul antara pimpinan perusahaan itu berembug dengan pekerja, sehingga pekerja bisa menerima dan tidak sampai berdemo," tuturnya.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa lebih mengawasi perusahaan yang mempunyai pekerja banyak.

"Jika pegawai banyak tidak diperhatikan seksama bisa menimbulkan kericuhan, jauh-jauh hari kita sampaikan ke perusahaan akan mudah untuk mengatur keuangannya," terangnya.

Baca: THR dan Gaji ke-13 untuk PNS Tahun Ini Dianggarkan Lebih Besar

Sementara itu Sekretatis Daerah (Sekda) Gunungkidul, Drajat Ruswandono mengatakan pada surat edaran bupatie tidak hanya mengatur ASN, lingkup masyarakat dan swasta juga diperhatikan.

"Surat esaran ini jelas supaya tidak ada pihak-pihak yang dirugikan akan jadi masalah juga ketika surat edaran tidak sampai ke sana, agar terwujud kesejahteraan." terangnya.

Ia menuturkan yang menjadi kendala adalah libur hari raya sekarang yang lebih panjang dari tahun lalu.

"Libur agak panjang yang jelas akan kita kawal jangan sampai terlambat pengurusan administrasinya, agar pembayarannya dapat tepat waktu," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved