Berada di Tengah Gurun, Masjid dari Ranting Kayu Ini Jadi Langganan Para Musafir

Di masjid ini, tidak ada hiasan kaligrafi, juga tidak pula berdinding tembok megah. Tidak ada menara yang menjulang tinggi

Berada di Tengah Gurun, Masjid dari Ranting Kayu Ini Jadi Langganan Para Musafir
Flickr / Eric Lafforgue
Masjid kayu di Asaita, Danakil, Ethiopia ini terbuat dari batang pohon kering. Kerap kali digunakan oleh para musafir yang kebetulan melintas 

TRIBUNJOGJA.COM - JIka di belahan dunia yang lain, masjid dibangun megah, dengan hiasan menara berlapiskan emas serta ornamen dinding bermotif kaligrafi, maka lain halnya dengan masjid yang berada kawasan gurun di Asaita, Danakil, Ethiopia ini.

Di masjid ini, tidak ada hiasan kaligrafi, juga tidak pula berdinding tembok megah. Tidak ada menara yang menjulang tinggi dengan puncak yang berdiri kokoh, bahkan tidak dilengkapi pula dengan daun pintu.


Foto : Flickr / Eric Lafforgue

Melainkan dibangun dengan bahan kayu secara keseluruhan.

Kayu yang digunakan pun bukanlah kayu yang sudah melewati tahapan finishing, sebaliknya menggunakan kayu dari batang-batang pohon yang sudah kering. Kemudian disatukan hingga menjadi dinding dengan pengikat yang terbuat dari kulit kayu pula.


Foto : Flickr / Eric Lafforgue

Di sekelilingnya, diberikan tumpukan batu yang menandai bahwa ada bangunan di tempat ini.

Bahan dasar batang kayu juga digunakan untuk membangun menara.


Foto : Flickr / Eric Lafforgue

Di bagian pondasi, menggunakan tumpukan batu, kemudian disusun menjadi menara dengan tumpukan batang kayu.

Terlihat sangat sederhana, namun masjid ini tentu tak kehilangan daya tarik eksotisnya.


Foto : Flickr / Eric Lafforgue

Bagaimana dengan jamaahnya? Tidak banyak, karena sebagian besar masjid ini digunakan oleh para musafir yang kebetulan melintas menggunakan unta di daerah tersebut.

Sungguh indah bukan?

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved