Tips ibu menyusui yang ingin berpuasa

Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini Jika Ibu Menyusui Ingin Berpuasa

Perhatikan beberapa hal berikut ini jika ibu menyusui ingin berpuasa supaya tidak mengganggu kondisi fisik.

Tayang:
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Dokter Spesialis Kandungan RS JIH, dr Intan Titisari SpOG 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Bagi ibu menyusui, asupan nutrisi lebih banyak dibutuhkan di dalam tubuh.

Maka dari itu, ibu menyusui harus secara intensif memberikan ASI kepada buah hati terutama saat usia nol hingga enam bulan.

Terutama saat puasa, ibu memang perlu memperhatikan beberapa tips yang penting bagi kesehatan tubuh dan bayinya.

Dokter Spesialis Kandungan RS JIH, dr Intan Titisari SpOG mengatakan, seandainya ibu menyusui ingin berpuasa, diusahakan usia bayi di atas 6 bulan, jadi bayi sudah selesai asi eksklusif.

Selain itu, usia 6 bulan bayi sudah memulai mengkonsumsi Makanan Pengganti ASI (MPASI).

Apabila ibu menyusui ingin puasa dan bayinya berusia di bawah 6 bulan ada syarat syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan.

"Ibu menyusui diperbolehkan berpuasa  asalkan nutrisi satu hari harus masuk, misalnya makan tiga kali waktu berbuka, sebelum tidur dan sahur," ujar Intan kepada Tribunjogja.com pada Selasa (22/5/2018).

Ia menjelaskan, kecukupan nutrisi yang seimbang untuk ibu menyusui selama satu hari sebesar 3000 kilo kalori, sedangkan untuk wanita normal kebutuhan kalorinya sebesar 1500 kilo kalori.

Lebih lanjut ia menjelaskan, nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu menyusui diutamakan yang banyak mengandung protein.

"Karena protein pemecahannya lebih lama, sehingga tenaga yang disimpan lebih lama," kata dia.

Sedangkan karbohidrat dan gula pemecahannya cenderung lebih cepat, penggunaannya juga lebih cepat, sehingga lebih mudah lemas.

"Jadi tipsnya waktu sahur diperbanyak proteinnya dari hewani misal telur rebus. Biar tidak lemes proteinnya lebih banyak dari karbohidrat atau gula," imbuh dia.

Ia juga mengatakan bahwa berpuasa tidak mengurangi produksi dan kualitas ASI bagi ibu yang sedang menyusui.

Menurut Intan, faktor lain agar ASI dapat terus keluar dan memproduksi dengan baik ialah ibu yang sedang menyusui tersebut harus mempunyai perasaan tenang, nyaman serta rileks.

Karena dengan perasaan tersebut, hormon penghasil ASI akan berfungsi dengan baik dan hormon tersebut yang memacu untuk mengeluarkan ASI.

"Sebaliknya, kalau ibu cemas nggak yakin, khawatir, nggak keluar hormonnya. Jadi sebenarnya permainan di pikiran," jelasnya.

Ia menjelaskan, mekanisme ASI itu keluar karena hormon prolaktin, dari otak menghasilkan hormon prolaktin, memerintah kelenjar susu di payudara untuk memerintah untuk menghasilkan air susu.

"Kemudian air susu itu ditampung di payudara, keluar dari penampungnya ke puting saat bayi menghisap karena ada hormon oksitosin. Hormon oksitosin dan hormon prolaktin keluar terproduksi kalau ibu merasa tenang, nyaman, yakin, rileks," terangnya. (tribunjogja)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved