20 Tahun Reformasi

Setelah Reformasi, Uang Bergambar Soeharto Ditolak Pedagang, Kini Banyak Dijadikan Koleksi

Setelah reformasi, uang bergambar Soeharto ditolak pedagang, kini banyak dijadikan koleksi.

Setelah Reformasi, Uang Bergambar Soeharto Ditolak Pedagang, Kini Banyak Dijadikan Koleksi
BUKALAPAK.com/BresStore_MoneyOldColection_
Ilustrasi uang pecahan Rp 50.000 bergambar wajah Soeharto yang dijual di situs Bukalapak.com. 

Namun, masa penarikan berlaku 10 tahun. Artinya, uang itu baru benar-benar tak dapat digunakan sebagai alat transaksi pada 20 Agustus 2010.

Meski demikian, tetap saja warga menolak menerima uang itu. Hal yang sama juga terlihat di kawasan hiburan di Jalan Mangga Besar.

Di sebuah coffee shop yang digabung dengan usaha pijat, kasir menolak pembayaran dengan menggunakan uang Rp 50.000 bergambar wajah Soeharto.

Tidak hanya itu, bahkan terdapat pengumuman di loket:

"Tidak menerima pembayaran pakai uang bergambar Soeharto".

Para pramuria juga enggan menerima tips dari pengunjung dengan uang yang juga memiliki gambar pembangunan Indonesia itu.

Tak jarang hal ini menyebabkan pertengkaran mulut kasir atau pramuria dengan pengunjung.

"Alah, kalian, kan, bisa nukerin uang ini di bank. Jangan mempersulit pengunjung dong," ujar seorang pengunjung.

Namun, tetap saja tidak ada yang bersedia menerima uang pecahan Rp 50.000 itu.

"Saya kalau memegang uang Soeharto jadi sial," ujar seorang pramuria.

Halaman
1234
Editor: has
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved