Serial Masjid Bersejarah

Video Masjid Pakualaman Girigondo, Batu Hitam Itu Direkatkan Adonan Semen dan Tanah

Lambang Pura Pakualaman terpampang besar di atas teras pintu masuk masjid tersebut.

TRIBUNJOGJA.COM - Pura Pakualaman memiliki tempat pemakaman tersendiri di Kulonprogo yakni Astana Girigondo yang berada di kawasan perbukitan Desa Kaligintung, Kecamatan Temon. 

Tepat di bawah kaki bukit tersebut, terdapat sebuah masjid yang selalu menjadi tempat terakhir persemayaman sementara dan menyalatkan para Adipati kerajaan tersebut sebelum dimakamkan.

Tempat itu tak lain adalah Masjid Pakualaman Girigondo. Bangunan masjid seluas sekitar 450 meter persegi itu dibangun di atas tanah 5.000 meter persegi.

Perpaduan warna krem, oranye, dan hijau mewarnai permukaan dinding interior dan eksteriornya.

Lambang Pura Pakualaman terpampang besar di atas teras pintu masuk masjid tersebut.

Sementara di depan masjid itu menjulang tinggi dan kokoh sebuah pohon beringin berukuran cukup besar dengan daun yang lebat dan teduh.

Masjid ini telah ada sejak 1927 atau pada masa pemerintahan Paku Alam V, beberapa puluh tahun setelah kompleks pemakaman dibangun.

Penasaran cikal bakal masjid ini? Baca selengkapnya di Tribun Jogja edisi Senin, 21 Mei 2018

Penulis: ing
Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved