Vicky Aditya
Demi Jam Terbang serta Tambah Pengalaman, Vicky Rela Turun Kasta
Demi jam terbang serta tambah pengalaman, Vicky rela turun kasta dari Liga 2 ke Liga 3.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Persaingan ketat di sektor sayap PSS Sleman musim ini yang dihuni sejumlah nama besar sebut saja Rangga Muslim, Slamet Budiono, Thaufan Hidayat, dan beberapa nama lain akhirnya memaksa winger muda asli Sleman, Vicky Aditya sementara menepikan impiannya kembali berseragam hijau 'Elang Jawa di kompetisi musim ini.
Tak banyak mendapat kesempatan untuk tampil secara reguler, Vicky yang merupakan jebolan skuat Soeratin PSS Sleman 2016 memilih untuk keluar sementara dari PSS Sleman untuk menimba pengalaman serta mengasah jam terbang di kompetisi kasta ketiga bersama Persiba Bantul.
Padahal, di awal musim lalu hingga sebelum kompetisi bergulir, anak kedua dari empat bersaudara tersebut masih bergabung bersama Hisyam Tolle dkk untuk berlatih di bawah arahan pelatih Herry Kiswanto saat itu.
"Ini pilihan yang harus saya ambil karena saya berpikir ini menjadi kesempatan saya untuk menambah menit bermain, Insyaallah suatu saat saya akan kembali. Sebelum kompetisi dimulai saya pamit dengan pelatih dan juga rekan-rekan di sana," ungkap pesepakbola yang sejak kecil bercita-cita memperkuat tim daerahnya, PSS Sleman ini.
Baca: Hadapi Laga Perdana di Bulan Puasa, Gelandang Persib Ini Mengaku Siap Raih Poin Penuh
Meski sejenak harus menepikan impiannya untuk membela tim kebanggaannya, namun Vicky tak berkecil hati.
Sebaliknya, ia ingin membuktikan diri bahwa potensi lokal juga mampu bersaing dan juga memberikan kontribusi yang maksimal bagi tim.
Beruntung, di tim barunya Vicky selalu mendapat kesempatan dari pelatih Suwandi HS untuk menempati posisi penyerang bersama tandemnya Awaludin Saputra yang merupakan pesepakbola muda asli Bantul.
Selain itu, ia merasa bersyukur mendapat dukungan dari seniornya di Laskar Sultan Agung seperti Slamet Widodo dan juga Johan Manaji yang bukan hanya sebagai rekan di dalam lapangan, namun juga memberikan motivasi bagi pesepakbola muda agar lebih berkembang.
Namun pengalaman pindah tim pertama baginya ini bukan berarti tanpa kendala.
Pasalnya, Vicky harus cepat adaptasi dengan tim rekan-rekan di Laskar Sultan Agung agar chemistry di antara para pemain cepat terbentuk.
"Kendala tentu soal adaptasi, karena saya cukup lama di PSS Sleman. Namun sekarang sudah mulai nyaman, apalagi pelatih selalu memberikan motivasi dan kesempatan bagi para pemain muda untuk berkembang," ungkap Vicky. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/demi-jam-terbang-serta-tambah-pengalaman-vicky-rela-turun-kasta_20180520_110144.jpg)